Trump Pede Jalur Pipa Minyak Suriah Bakal Gantikan Peran Krusial Selat Hormuz

1 week ago 17

Minggu, 6 September 2026 - 06:01 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan, peran Selat Hormuz akan berkurang pada masa mendatang, seiring beroperasinya jaringan pipa baru dan berkembangnya jalur alternatif pengangkutan minyak di Timur Tengah.

"Pipa-pipa sedang dibangun sekarang. Jalan melalui Suriah, yang luar biasa, sedang dibangun dan sebenarnya sudah terbuka," kata Trump, dikutip Minggu, 6 September 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Orang-orang membawa minyak dengan truk melalui Suriah, truk-truk besar yang mengangkut minyak," ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini sejumlah alternatif untuk Selat Hormuz sedang dibuat, dan menegaskan bahwa ke depannya Selat Hormuz tidak akan seperti dulu lagi.

"Mereka (Iran) pada akhirnya akan memiliki Selat Hormuz yang tidak lagi terlalu diperlukan. Pipa-pipa sedang dibangun di seluruh Timur Tengah sehingga mereka tidak perlu melalui Hormuz," kata Trump.

Pada Kamis lalu, Trump mengunggah gambar di Truth Social yang menunjukkan sekitar 18 juta barel minyak per hari saat ini melewati selat tersebut. Angka itu turun dari sekitar 20 juta barel, sebelum konflik dengan Iran dimulai.

Pada 18 Agustus 2026, Trump menyatakan Selat Hormuz terbuka bagi pelayaran. Namun, blokade angkatan laut terhadap Iran masih diberlakukan.

Selat Hormuz tetap menjadi jalur penting bagi perdagangan energi global. Di tengah ketegangan regional, lalu lintas pelayaran melalui selat tersebut turun secara signifikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam beberapa hari terakhir, jumlah kapal yang melintas hanya tersisa segelintir. Kapal tanker minyak berukuran besar dan pengangkut gas juga nyaris berhenti menggunakan jalur tersebut.

Sebelum eskalasi, sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair dunia melewati Selat Hormuz. (Ant).

Pentagon atau Gedung Departemen Pertahanan Amerika Serikat

Bocornya Informasi soal AS Kekurangan Amunisi dalam Perang Iran Bikin 50 Staf Pentagon Diperiksa

Sekitar 50 anggota Staf Gabungan Militer AS di Pentagon harus jalani tes poligraf, terkait kebocoran informasi soal kekurangan amunisi AS di tengah konflik melawan Iran.

img_title

VIVA.co.id

6 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |