Trump Puji "Inggris Teman Dekat AS" di Depan Raja Charles: Kita Berbicara Bahasa yang Sama

5 hours ago 3

Rabu, 29 April 2026 - 09:20 WIB

VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memuji Raja Charles III dengan menyatakan "Amerika tidak pernah memiliki teman yang lebih dekat daripada Inggris", selama upacara penyambutan resmi di Gedung Putih, pada hari Selasa, 28 April 2026.

Ikatan hangat antara Trump dan Raja Charles III terlihat jelas selama upacara penyambutan raja dan Ratu Camilla di Halaman Selatan di Gedung Putih di Washington, DC.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Selama berabad-abad sejak kita memenangkan kemerdekaan, Amerika tidak pernah memiliki teman yang lebih dekat daripada Inggris," kata Trump. "Kita memiliki akar yang sama. Kita berbicara bahasa yang sama. Kita memegang nilai-nilai yang sama. Dan bersama-sama para pejuang kita telah membela peradaban luar biasa yang sama di bawah dua panji merah, putih, dan biru."

Kunjungan ini terjadi di tengah hubungan Trump yang kurang harmonis dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, terutama karena Inggris tidak mendukung perang Amerika dengan Iran. Tetapi Presiden Trump tampaknya mengabaikan hal itu, mengingat kemitraan mendalam yang dimiliki kedua negara.

"Di bawah bendera-bendera indah itu, delapan dekade lalu, keluarga Perdana Menteri Winston Churchill dan Presiden Franklin Roosevelt bertemu di sebuah kapal di Atlantik Utara untuk menguraikan visi bagi dunia bebas setelah Perang Dunia Kedua,"  kata Trump. "Pemahaman akan ikatan unik bangsa kita dan perannya dalam sejarah adalah inti dari hubungan istimewa kita, dan kami berharap hal itu akan selalu tetap seperti itu."

Trump menyebut AS dan Inggris sebagai "dua negara paling luar biasa yang pernah dikenal dunia."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah kunjungan pribadi mereka di Ruang Oval, Presiden mengatakan pertemuan dengan Raja Charles “sangat baik” dan mengatakan raja adalah “orang yang fantastis.”

Raja Charles III tiba di Amerika Serikat, Senin, 27 April 2026, untuk melakukan kunjungan resmi. Charles dijadwalkan menyampaikan pidato di hadapan Kongres AS, yang menandai pidato pertama dari anggota keluarga kerajaan Inggris kepada anggota parlemen AS sejak tahun 1991.

Ilustrasi militer AS blokade Selat Hormuz.

AS Akhirnya Akui Kekuatan 'Nuklir' Baru Iran

Amerika Serikat (AS) menuding Iran menggunakan Selat Hormuz sebagai 'senjata nuklir ekonomi'. Hal tersebut diungkapkan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

img_title

VIVA.co.id

29 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |