Tulang Belulang Manusia Berserakan di Pantai Aceh, Polisi Ungkap Fakta Mengejutka

1 week ago 10

Selasa, 1 September 2026 - 17:47 WIB

Banda Aceh, VIVA – Penemuan tulang belulang yang diduga tulang manusia di kawasan pesisir Kabupaten Aceh Besar, Aceh, viral di media sosial. Polisi turun tangan menelusuri lokasi temuan tersebut untuk memastikan asal-usul tulang belulang.

Kapolsek Peukan Bada, Iptu Suriyatno mengatakan, lokasi temuan berada di kawasan pantai Dusun Imuem Daud, Gampong Lamguron, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Berdasarkan penelusuran dan koordinasi dengan perangkat gampong, lokasi itu (tulang) berada di kawasan pantai Dusun Imuem Daud, Gampong Lamguron, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar," kata Suriyatno saat dikonfirmasi di Banda Aceh, Selasa, 1 September 2026.

Dari penelusuran awal, polisi mendapat informasi bahwa tulang belulang tersebut diduga bukan berasal dari peristiwa kriminal baru. Masyarakat dan perangkat gampong menyebut lokasi itu dulunya merupakan kawasan pemakaman lama.

“Dari keterangan masyarakat dan perangkat gampong, tulang belulang yang ditemukan tersebut diduga berasal dari kawasan pemakaman lama,” ujarnya.

Kawasan tersebut diketahui pernah menjadi daratan yang digunakan sebagai area perkebunan kelapa sekaligus lokasi pemakaman. Namun, kondisi wilayah berubah setelah bencana tsunami dan mengalami abrasi.

Sebelum tsunami terjadi, makam-makam lama disebut masih terlihat membentang di sepanjang kawasan tersebut.

“Menurut keterangan masyarakat, sebelum tsunami, kawasan tersebut merupakan daratan dan terdapat pemakaman lama di sepanjang garis pantai dengan panjang kurang lebih 800 meter,” katanya.

Seiring perubahan bentang alam, sebagian kawasan tersebut kemudian berubah menjadi perairan. Abrasi yang terjadi, terutama ketika musim timur, juga membuat material dari daratan semakin mudah tergerus.

Kondisi itu diduga menyebabkan bagian dari kawasan pemakaman lama ikut tergerus sehingga tulang belulang dapat muncul ke permukaan, terutama ketika air laut sedang surut.

“Kemungkinan masih terdapat tulang belulang lain di kawasan tersebut yang dapat ditemukan kembali, khususnya saat kondisi air laut surut,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polsek Peukan Bada mengapresiasi masyarakat maupun pihak yang mengunggah video mengenai temuan tersebut sehingga informasi dapat segera ditindaklanjuti.

Polisi juga mengimbau warga untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan perangkat gampong atau kepolisian apabila menemukan benda atau sesuatu yang diduga berkaitan dengan sisa pemakaman maupun temuan lainnya.

Halaman Selanjutnya

"Langkah ini penting untuk memastikan informasi mengenai lokasi temuan, sekaligus menghindari kesalahpahaman terkait batas wilayah administrasi antar gampong," tutur Suriyatno (ant)

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |