Update Korban Banjir Bandang Nepal, 919 Jiwa Tewas dan 4.800 Orang Masih Hilang

2 weeks ago 22

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Jakarta, VIVA – Otoritas setempat mengupdate jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan longsoran lumpur yang melanda perbatasan Nepal-China. Kini jumlahnya telah meningkat menjadi setidaknya menjadi 919 jiwa, sementara hampir 4.800 orang masih dinyatakan hilang termasuk 853 warga asing.

Sebelumnya, Badan Nasional Pengurangan Risiko dan Penanganan Bencana Nepal menyampaikan bahwa 903 kematian telah dikonfirmasi di Nepal, dengan 4.247 orang, termasuk 592 warga asing, masih hilang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dikutip dari Anadolu, Senin, 31 Agustus 2026, operasi pencarian dan penyelamatan terus berlangsung di seluruh wilayah terdampak, dengan pihak berwenang juga berupaya menjangkau pekerja yang terjebak di beberapa proyek pembangkit listrik tenaga air.

Di antara yang hilang di sisi Nepal terdapat 25 personel polisi Nepal, 45 dari tentara Nepal, 13 dari Pasukan Polisi Bersenjata Nepal, 14 dari Kantor Bea Cukai Nepal, tiga dari Kantor Imigrasi Nepal, serta 933 personel yang bertugas di berbagai stasiun pembangkit listrik tenaga air di Nepal, selain lainnya.

Ditambahkan pula bahwa 127 wisatawan Nepal termasuk dalam daftar orang hilang. Di sisi China, sebanyak 16 orang telah dikonfirmasi tewas dan 546 lainnya masih hilang di Kabupaten Gyirong di Provinsi Otonomi Xizang (Tibet) di barat daya China, menurut laporan kantor berita pemerintah Xinhua.

Dari mereka yang hilang, 261 merupakan warga negara asing. Jika digabungkan, jumlah korban tewas menjadi 919 jiwa dan jumlah orang hilang mencapai 4.793, termasuk 853 warga asing.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

China telah mengerahkan lebih dari 2.100 personel untuk operasi pencarian dan penyelamatan, bersama ratusan kendaraan dan ribuan peralatan penyelamatan. Bencana banjir bandang melanda pada Rabu (26/8) ketika sebuah gletser di Gunung Langtang Lirung, Nepal, retak pada ketinggian sekitar 5.200 meter, memicu longsoran es dan batu yang berkembang menjadi aliran puing besar dan menerjang lembah-lembah di sepanjang perbatasan.

Gelombang besar air, bersama dengan longsoran lumpur, menghancurkan wilayah Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Kavre, dan Lembah Kathmandu di Nepal, serta menimbun wilayah perbatasan Gyirong di sisi China. (Ant)

Ketua Komnas HAM Anis Hidayah (kiri) dan Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Saurlian P. Siagian (kanan)

Kerusuhan Usai Demo DPR Tewaskan 1 Orang dan 45 Jadi Tersangka, Komnas HAM Temui Wakapolri

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mulai memantau secara khusus proses hukum terhadap mereka yang terseret kericuhan usai demonstrasi pada 27 Agustus 2026.

img_title

VIVA.co.id

31 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |