Viral Video Korban Gempa NTT, Berharap Dapat Bantuan Beras di Tengah Kondisi Serba Terbatas

9 hours ago 1

Senin, 24 Agustus 2026 - 00:05 WIB

VIVA –Gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, menyebabkan ratusan ribu warga mengungsi. Pascagempa, berbagai persoalan juga muncul di tengah pengungsi. Hingga kini, masih banyak korban yang belum mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan.

Sebuah video yang diunggah akun Instagram @masjidnurulashri viral di media sosial. Dalam video tersebut, seorang pengungsi korban gempa NTT mengungkap kebutuhan paling mendesak di poskonya. Tidak banyak meminta, pria berbaju merah itu berharap bisa mendapatkan beras dan terpal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, kedua barang tersebut sangat dibutuhkan para pengungsi saat ini. Beras diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pangan, sementara terpal dibutuhkan sebagai tempat berlindung.

"Mungkin yang darurat kita butuh cepat itu aja tadi beras sama terpal. Campur air dan garam kita masih bisa hidup. Kalau air garam ada tapi nggak ada beras kita itulah," kata dia dikutip Senin 24 Agustus 2026.

Pria tersebut juga mengungkapkan bahwa saat ini sulit mendapatkan uang untuk membeli beras. Kondisi tersebut tak lepas dari situasi NTT yang masih dalam masa pemulihan setelah dilanda gempa.

"Karena kalau mau cari uang untuk beli beras sekarang juga tidak ada juga yang mau harian orang untuk kerja kan semuanya bencana di sini," kata dia.

Dalam video lainnya juga terungkap kondisi posko pengungsian korban gempa di Lembor Manggarai Barat NTT. Posko sederhana dengan terpal dan tikar berukuran kecil diisi oleh 4 hingga 5 kepala keluarga.

"Kita usahakan carikan terpal dulu buat tenda darurat," kata perekam video. 

Korban Gempa NTT kembali Bertambah

Hingga Minggu sore 23 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, berdasarkan data Baadn Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban jiwa akibat gempa bumi NTT kembali bertambah 4 orang menjadi 91 orang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sebanyak 91 jiwa atau bertambah 4 jiwa dari hari sebelumnya," ujar Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers.

Korban meninggal tersebar di tujuh kabupaten/kota. Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak, yakni 32 orang, disusul Manggarai Timur sebanyak 31 orang. Sementara itu, Nagekeo mencatat 14 korban meninggal. Berikutnya Sikka enam orang, Ngada lima orang, Ende dua orang, serta Manggarai Barat satu orang.

Halaman Selanjutnya

Dari total korban tersebut, BNPB mencatat 40 orang merupakan laki-laki dan 48 perempuan. Sedangkan tiga korban lainnya masih dalam proses identifikasi sehingga jenis kelaminnya belum diketahui.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |