Senin, 24 Agustus 2026 - 10:04 WIB
VIVA – Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berpeluang bertemu di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (KTT APEC) di China pada November 2026, dengan satu syarat.
"Jika kedua pemimpin berada dalam acara yang sama. Menurut saya, mereka akan bertemu dan berbincang-bincang," kata Penasihat Kebijakan Luar Negeri Kremlin Yury Ushakov, dalam wawancara dengan stasiun televisi Rusia VGTRK.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun demikian, menurut dia, sejauh ini belum ada sinyal atau indikasi mengenai rencana pertemuan tersebut. Namun, KTT APEC masih akan berlangsung sekitar tiga bulan lagi.
"Kita harus sampai ke waktu tersebut. Kendati sebelum waktunya tiba tapi masih banyak agenda internasional penting yang harus dihadapi," jelasnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan negara-negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan Uni Eropa tidak akan mampu secara terbuka menjauhkan diri dari pemberian bantuan militer kepada Ukraina dan kebijakan yang disebutnya anti-Rusia.
Ia mengatakan Rusia akan mempertimbangkan tindakan yang dilakukan oleh apa yang disebutnya sebagai "elite yang secara terbuka bersikap anti-Rusia (Russophobia)" di Inggris, Belgia, Prancis, Jerman, serta negara-negara NATO dan Uni Eropa lainnya.
"Mereka tahu apa yang mereka lakukan dan berusaha menjauhkan diri dari tindakan tersebut secara terbuka sejak awal. Itu tidak akan berhasil," tegas Lavrov.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
KTT APEC 2026 atau pertemuan puncak para pemimpin ekonomi anggota APEC ke-33 akan diselenggarakan pada 18-19 November mendatang di Shenzhen, China. Anggota APEC terdiri dari 21 entitas ekonomi di kawasan Asia Pasifik.
Mereka adalah Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Chile, China, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Papua Nugini, Peru, Filipina, Rusia, Singapura, Chinese Taipei, Thailand, AS, dan Vietnam.
Pezeshkian: Iran Sedang Perang Berskala Penuh!
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa negaranya saat ini sedang menghadapi perang berskala penuh pada bidang ekonomi, militer, dan keamanan.
VIVA.co.id
24 Agustus 2026

1 hour ago
1
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

