Wanita Mulai Susah Turunkan Berat Badan Setelah 30 Tahun? Ternyata Penyebabnya Bukan Cuma Metabolisme

2 weeks ago 10

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:45 WIB

VIVA – Memasuki usia 30 tahun, menjaga berat badan terkadang terasa berbeda. Dulu, mungkin cukup mengurangi porsi makan atau rutin olahraga beberapa minggu untuk melihat angka timbangan turun. 

Namun sekarang, usaha yang sama belum tentu memberikan hasil secepat dulu. Hal itu bukan berarti tubuh Anda tiba-tiba menjadi "bandel" setelah usia 30 tahun. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ada sejumlah perubahan yang berlangsung perlahan seiring bertambahnya usia. Mulai dari massa otot, aktivitas sehari-hari, kualitas tidur hingga perubahan hormon, semuanya dapat ikut memengaruhi berat badan.

Lantas, mengapa wanita di atas 30 tahun sering merasa lebih sulit menurunkan berat badan? Berikut beberapa alasannya, sebagaimana dilansir dari Hopkins Medicine, Sabtu, 29 Agustus 2026.

1. Massa otot mulai berkurang

Salah satu perubahan yang terjadi seiring bertambahnya usia adalah berkurangnya massa otot secara perlahan. Proses ini sebenarnya sudah dapat dimulai sekitar usia 30 tahun dan berlangsung bertahap.

Masalahnya, otot membutuhkan energi untuk mempertahankan dirinya. Ketika massa otot berkurang, kebutuhan energi tubuh saat beristirahat juga dapat ikut menurun.

Itulah sebabnya pola makan yang dulu tidak membuat berat badan bertambah belum tentu memberikan hasil yang sama ketika Anda memasuki usia 30-an. Jika massa otot terus berkurang sementara asupan makanan tetap sama, berat badan bisa lebih mudah naik.

2. Metabolisme memang berubah, tetapi tidak tiba-tiba

Sering kali usia 30 tahun dianggap sebagai titik ketika metabolisme langsung melambat. Padahal, perubahan metabolisme tidak terjadi secara mendadak hanya karena seseorang berulang tahun ke-30. Yang terjadi lebih kompleks. Berkurangnya massa otot, perubahan komposisi tubuh dan menurunnya aktivitas fisik dapat membuat jumlah kalori yang dibakar sepanjang hari ikut berubah. Artinya, bukan semata-mata metabolisme yang menjadi lebih lambat. Kebiasaan sehari-hari juga punya peran besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. Aktivitas sehari-hari mungkin tidak sebanyak dulu

Coba bandingkan rutinitas Anda sekarang dengan ketika berusia 20-an. Bisa jadi Anda dulu lebih sering berjalan kaki, aktif bepergian atau memiliki lebih banyak waktu untuk berolahraga. Memasuki usia 30-an, pekerjaan dan berbagai kesibukan dapat membuat Anda lebih banyak duduk. Bahkan jika tetap menyempatkan olahraga beberapa kali dalam seminggu, aktivitas di luar waktu olahraga mungkin jauh berkurang.

Halaman Selanjutnya

Perubahan kecil seperti lebih sering duduk, jarang berjalan kaki atau menghabiskan waktu di depan laptop dapat memengaruhi jumlah energi yang digunakan tubuh dalam sehari.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |