Wapres AS Mulai Ragukan Kekuatan Pentagon Melawan Iran

53 minutes ago 1

Rabu, 29 April 2026 - 15:00 WIB

VIVA –Wakil presiden Amerika Serikat, J.D. Vance diam-diam mulai mempertanyakan optimisme Pentagon terkait perang melawan Iran. Hal ini menyusul dengan semakin banyaknya bukuti yang menunjukkan persediaan senjata AS mulai menipis sementara persenjataan militer Iran sebagian besar masih utuh.

Dalam laporan media The Atlantic yang mengutip penuturan dua pejabat tinggi AS, Vance berulang kali menantang gambaran yang disampaikan Departemen Pertahanan AS mengenai perang agresi terhadap Iran. Hal ini diungkap Vance dalam sebuah rapat tertutup. Dalam rapat itu juga,Vance mengungkapkan kekhawatiran bahwa Pentagon sebenarnya meremehkan menipisnya cadangan rudal AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut sumber tersebut, Vance bahkan telah meragukan keakuratan sejumlah pengarahan resmi dan memperingatkan Presiden AS Donald Trump mengenai kekurangan pada sistem persenjataan penting.

Laporan itu juga menyoroti bahwa dampak luas dari kekurangan persenjataan AS. Persediaan senjata yang menipis diketahui dapat melemahkan kemampuan Washington untuk mempertahankan konflik di wilayah lain, termasuk Asia Timur dan Eropa.

Sementara Menteri Perang Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine secara terbuka menyatakan bahwa stok senjata masih kuat dan mengeklaim Iran mengalami kerugian besar, namun Vance justru dengan hati-hati menyuarakan keraguannya.

Lebih jauh lagi, meskipun pernyataan resmi terdengar optimistis, laporan intelijen internal menunjukkan gambaran yang sangat berbeda. Sumber yang mengetahui penilaian rahasia menyebutkan bahwa Iran masih mempertahankan sekitar dua pertiga kekuatan udara, sebagian besar infrastruktur peluncur rudal, serta armada kapal cepat yang signifikan yang mampu beroperasi di Selat Hormuz yang strategis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski Hegseth sempat menyombongkan kendali penuh atas langit Iran, faktanya pasukan Iran berhasil menembak jatuh beberapa jet tempur AS serta puluhan drone milik AS dan Israe. Ini memperlihatkan kerentanan Washington. Selain itu, Teheran secara bertahap memulihkan peluncur rudalnya, dengan sekitar setengahnya kini kembali beroperasi setelah gencatan senjata selama dua minggu yang dimediasi oleh Pakistan.

Perang yang dimulai pada 28 Februari lalu diketahui memberikan tekanan besar pada sumber daya militer AS. Penggunaan besar-besaran sistem intersepsi canggih dan senjata serangan jarak jauh seperti Tomahawk serta Joint Air-to-Surface Standoff Missile menyebabkan kekurangan serius, yang pada akhirnya melemahkan kesiapan AS menghadapi potensi konflik di masa depan.

Halaman Selanjutnya

Para analis memperingatkan bahwa lebih dari setengah persediaan amunisi kunci mungkin sudah habis. Kondisi ini memperburuk kekurangan yang sebelumnya sudah terjadi akibat pengiriman senjata ke Ukraina dan Israel serta lambatnya produksi.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |