Warga AS Terancam Tak Bisa Cebok akibat Washington Perang Dagang sama Kanada

2 weeks ago 5

Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:17 WIB

VIVA – Arogansi Amerika Serikat (AS) dalam memicu perang dagang kini memakan korban rakyatnya sendiri, seperti dikutip dari Russia Today.

Berawal dari keputusan sepihak Washington yang mengenakan tarif impor 50 persen terhadap produk-produk Kanada senilai US$20 miliar (Rp355 triliun) termasuk anggur, semen, kayu lapis, dan pakaian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini, Ottawa membalasnya dengan tarif serupa terhadap 700 produk asal AS. Salah satu sektor yang paling terdampak adalah produk kertas.

Alhasil, barang-barang kebutuhan pokok warga AS melambung tinggi, bahkan mengancam ketersediaan tisu toilet, tisu wajah, hingga handuk kertas di negaranya.

Kanada akan mengenakan tarif 25 persen untuk tisu toilet dan tisu wajah, sementara handuk kertas dan serbet dikenai tarif 50 persen. Bahan baku berupa bubur kayu kimia juga akan terkena tarif 50 persen.

Langkah tersebut berpotensi menjadi masalah serius bagi konsumen AS. Kanada merupakan pemasok utama tisu toilet ke Paman Sam.

Pada 2025, nilai impor tisu toilet dari Kanada mencapai sekitar US$383,4 juta (Rp6,33 triliun), atau sekitar dua pertiga dari total impor produk tersebut.

Kanada juga menjadi pemasok penting bubur kayu untuk industri kertas AS. Bahan ini digunakan untuk membuat berbagai produk, termasuk tisu toilet dan handuk kertas.

Bubur kayu Kanada diperkirakan menyumbang sekitar 30 persen kebutuhan produksi tisu toilet AS dan 50 persen produksi handuk kertas.

Jika tarif benar-benar diterapkan, perusahaan importir AS harus membayar lebih mahal untuk mendatangkan produk dan bahan baku dari Kanada. Beban tersebut pada akhirnya berpotensi dialihkan kepada konsumen melalui kenaikan harga.

Dampaknya bisa cukup besar karena masyarakat AS merupakan salah satu konsumen tisu terbesar di dunia. Rata-rata warga AS disebut menggunakan sekitar 141 gulungan tisu toilet per tahun, atau sekitar tiga gulungan setiap pekan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Artinya, perang dagang yang awalnya berkutat pada kebijakan ekonomi dan politik kini bisa langsung terasa dalam pengeluaran rumah tangga warga Amerika.

Bukan hanya produk kertas yang menjadi sasaran Kanada. Tarif balasan juga mencakup berbagai barang asal AS, mulai dari ikan, keju, pakaian, kosmetik, baja dan aluminium hingga sepeda motor, ponsel pintar, serta peralatan olahraga.

Halaman Selanjutnya

Menteri Perindustrian Kanada Melanie Joly mengatakan kebijakan tersebut ditujukan untuk melindungi bisnis Kanada sekaligus memberikan tekanan politik kepada AS menjelang pemilihan paruh waktu pada 3 November 2026.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |