Waspada! 1.000 Ton Beras dan 580.000 Ayam dari AS Bakal Banjiri Pasar Lokal

6 hours ago 1

Selasa, 24 Februari 2026 - 03:00 WIB

Jakarta, VIVA – Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto menyampaikan, pemerintah bakal mengimpor 1.000 ton beras dan 580.000 ayam dari Amerika Serikat (AS), sebagai bagian dari perjanjian perdagangan resiprokal yang telah diteken kedua kepala negara.

Dia menjelaskan, jenis beras yang diimpor merupakan beras klasifikasi khusus, dimana realisasi impornya disebut akan menyesuaikan permintaan dalam negeri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pemerintah setuju memberikan alokasi impor untuk beras klasifikasi khusus asal AS, namun tetap realisasinya tergantung permintaan dalam negeri," kata Haryo dalam keterangannya, dikutip Selasa, 24 Februari 2026.

Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

Dia mengatakan bahwa dalam 5 tahun terakhir, Indonesia tidak mengimpor beras dari AS. Pemerintah memastikan bahwa komitmen impor beras sebesar 1.000 ton tersebut, tidak signifikan dibandingkan dengan total produksi beras nasional.

"Atau hanya sekitar 0,00003 persen dari total produksi beras nasional yang mencapai 34,69 juta ton tahun 2025," ujar Haryo.

Selain itu, pemerintah juga berencana mengimpor live poultry (unggas hidup) dalam bentuk Grand Parent Stock (GPS) sebanyak 580.000 ekor, dengan estimasi nilai sekitar US$ 17-20 juta.

GPS merupakan sumber genetik utama bagi peternak ayam dalam negeri, yang hingga kini fasilitas pembibitannya belum tersedia di Indonesia.

"Selanjutnya, impor bagian ayam seperti leg quarters, breasts, legs, atau thighs selama ini memang tidak dilarang, sepanjang memenuhi persyaratan kesehatan hewan, keamanan pangan, kebutuhan tertentu, dan ketentuan teknis yang berlaku," kata Haryo.

Sementara untuk kebutuhan industri makanan, Haryo memastikan bahwa Indonesia juga akan mengimpor mechanically deboned meat (MDM) sebagai bahan baku sosis, nugget, bakso, dan produk olahan lainnya. Volume impor MDM diperkirakan mencapai 120.000-150.000 ton per tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah menegaskan, kebijakan impor tersebut tidak mengorbankan industri domestik. Perlindungan terhadap peternak lokal tetap menjadi prioritas, sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga ayam di dalam negeri.

"Pemerintah tetap memprioritaskan perlindungan peternak dalam negeri serta menjaga keseimbangan pasokan dan harga ayam nasional. Tidak ada kebijakan yang mengorbankan industri domestik," ujarnya.

Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) Joao Angelo De Sousa Mota mundur

Bos Agrinas Siap Tunda Impor Mobil Pikap dari India Buat Koperasi Desa Merah Putih

Wacana impor mobil pikap dari India untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih jadi sorotan berbagai pihak saat ini. Bisa hantam industri nasional.

img_title

VIVA.co.id

23 Februari 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |