Waspada! AI Bisa Pangkas 1 Juta Pekerjaan, Ini Profesi yang Paling Rentan

1 day ago 7

Rabu, 29 April 2026 - 18:00 WIB

Jakarta, VIVA – Sedikitnya satu juta pekerjaan di London masuk kategori sangat rentan oleh perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Hal ini terungkap dalam laporan terbaru dari Greater London Authority (GLA) alias Pemerintah Kota London.

Laporan setebal 71 halaman itu menyebut lebih dari 300.000 pekerjaan di bidang administrasi menghadapi tingkat paparan tertinggi terhadap otomatisasi karena tugas-tugas clerical mereka paling sesuai dengan kemampuan AI generatif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, sekitar 748.000 pekerjaan lain di sektor seperti teknologi informasi, analisis data, dan pekerjaan sekretariat juga dinilai berisiko terdampak AI, meski tingkatnya berbeda tergantung jenis tugas.

Secara keseluruhan, setidaknya 46 persen pekerja di London atau sekitar 2,4 juta orang berada dalam posisi di mana AI generatif dapat mengotomatisasi sebagian tugas mereka.

“Setidaknya 46 persen pekerja London berada dalam peran di mana GenAI dapat mengotomatisasi sebagian tugas mereka,” tulis laporan tersebut, sebagaimana dikutip dari BBC, Rabu, 29 April 2026.

Sementara itu, 54 persen pekerja lainnya dinilai memiliki paparan yang lebih rendah karena tugas utama mereka tidak terlalu sesuai dengan kemampuan AI saat ini. Namun laporan itu menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan berarti tidak ada dampak sama sekali.

Perempuan menjadi salah satu kelompok yang paling rentan karena lebih banyak bekerja di sektor administrasi dan clerical. Selain itu, pekerja muda dan mereka yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi juga termasuk kelompok yang paling terdampak.

Beberapa profesi yang dinilai rentan terhadap AI antara lain broker, desainer web, tenaga penjualan via telepon, dan jurnalis. Sebaliknya, pekerjaan yang dinilai paling kecil risikonya antara lain arsitek, tukang cukur, koki, chief executive officer (CEO), instruktur mengemudi, florist, dan petugas pemakaman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wali Kota London Sir Sadiq Khan mengatakan tingginya paparan terhadap AI tidak selalu berarti pekerjaan akan hilang sepenuhnya. “Saya ingin menegaskan bahwa tingkat paparan yang tinggi terhadap AI tidak selalu berarti kehilangan pekerjaan,” kata Sadiq Khan dalam pidatonya di Madrid.

Menurutnya, AI juga dapat membantu pekerja dan meningkatkan produktivitas, bukan hanya menggantikan manusia. “Riset kami menunjukkan ada kemungkinan besar bahwa AI akan menambah kemampuan dan membantu warga London yang bekerja di peran-peran ini, bukan menghilangkan pekerjaan mereka sepenuhnya,” lanjutnya.

Halaman Selanjutnya

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah tidak boleh mengabaikan risiko yang ada. “Namun mengingat jumlah warga London yang terdampak, dan temuan bahwa 7 persen bisnis besar di Inggris sudah menggunakan AI untuk mengurangi staf, kita tidak boleh lengah,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |