WHO Rekomendasikan Usia 10 Tahun ke Atas Konsumsi 25 Gram Serat Setiap Hari, Bisa Didapat dari Makanan-makanan Ini

1 week ago 10

Jumat, 4 September 2026 - 19:18 WIB

VIVA – Kesibukan masyarakat perkotaan membuat pola makan sehari-hari ikut mengalami perubahan. Mobilitas tinggi, perjalanan menuju kantor atau kampus, hingga padatnya pekerjaan membuat sebagian orang membutuhkan pilihan makanan yang praktis untuk mengganjal rasa lapar di sela aktivitas.

Namun, praktis saja tidak selalu cukup. Kandungan nutrisi juga perlu menjadi pertimbangan ketika memilih camilan, terutama asupan serat yang berperan dalam mendukung pola makan sehat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu sumber serat yang dapat diperoleh dari makanan sehari-hari adalah kelompok biji-bijian utuh atau whole grains. Oat dan gandum termasuk di dalam kelompok tersebut dan dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang.

Harvard T.H. Chan School of Public Health menjelaskan bahwa oat mengandung serat larut maupun tidak larut. Salah satu serat larut utama dalam oat adalah beta-glucan, yang telah banyak diteliti karena dapat membantu memperlambat proses pencernaan dan meningkatkan rasa kenyang.

Rasa kenyang yang lebih lama menjadi salah satu alasan makanan dengan kandungan serat kerap dipertimbangkan sebagai bagian dari pola makan sehari-hari. Meski demikian, kebutuhan nutrisi tetap perlu dipenuhi melalui pola makan yang beragam dan seimbang, bukan hanya mengandalkan satu jenis makanan.

WHO Rekomendasikan Asupan Serat Harian

Pentingnya serat juga menjadi perhatian dalam rekomendasi pola makan sehat. World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa sumber karbohidrat dalam pola makan sebaiknya terutama berasal dari whole grains, sayuran, buah-buahan, dan pulses.

Oat dan gandum merupakan contoh bahan pangan yang termasuk kelompok whole grains. WHO juga merekomendasikan orang berusia di atas 10 tahun mengonsumsi setidaknya 25 gram serat pangan alami setiap hari sebagai bagian dari pola makan sehat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Asupan serat tersebut dapat diperoleh dari berbagai jenis makanan. Buah, sayuran, kacang-kacangan, serta produk berbahan biji-bijian utuh dapat dikombinasikan untuk membantu memenuhi kebutuhan serat harian.

Bagi masyarakat dengan aktivitas tinggi, pemilihan camilan pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Camilan sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai makanan pengganjal lapar, tetapi juga menjadi bagian dari keseluruhan pola makan harian.

Halaman Selanjutnya

Waktu mengonsumsi camilan juga dapat disesuaikan dengan aktivitas. Misalnya, camilan dapat dikonsumsi ketika jeda bekerja, dalam perjalanan, atau sebelum kembali melakukan aktivitas berikutnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |