Zelenskyy Pastikan Rapat Strategis Pengiriman Militer Asing ke Ukraina

1 day ago 2

Rabu, 2 April 2025 - 09:33 WIB

VIVA – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memastikan bahwa sebuah rapat bersama negara-negara yang siap mengirimkan personel militernya ke Ukraina akan digelar pada Jumat (4/4/2025) mendatang.

"Akan ada rapat pada Jumat. Rapat tersebut akan menjadi pertemuan langsung antara tim militer dari beberapa negara, lingkupnya kecil, yang akan siap mengirimkan kontingen mereka," kata Presiden Ukraina dalam sebuah taklimat, Selasa (1/4/2025).

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Photo :

  • AP Photo/Eduardo Munoz.

"Akan ada dari satuan angkatan darat, angkatan udara, dan angkatan laut. Pertemuan ini akan menjadi rapat mendalam yang pertama kalinya," tambahnya dilansir dari sputnik, Rabu (3/4/2025).

Zelenskyy menegaskan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk merinci dan memperjelas wacana pengiriman personel asing ke Ukraina. "Penting untuk memastikan supaya hal tersebut tetap berdasarkan pada usulan pihak Ukraina," ujarnya.

Pada Senin (31/3/2025), pemerintah Inggris mengonfirmasi bahwa petinggi militer dari Inggris, Prancis, dan Ukraina akan melakukan rapat dalam beberapa hari ke depan untuk membahas "rencana rinci" terkait keamanan jangka panjang bagi Kiev.

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron, setelah menjadi tuan rumah konferensi terkait dukungan militer dan keamanan untuk Ukraina pada 27 Maret, mengungkapkan bahwa sejumlah negara berniat mengirimkan tentaranya ke Ukraina sebagai "kekuatan pencegah".

Menurut Macron, inisiatif Inggris dan Prancis tersebut tidak bertujuan untuk menggantikan militer Ukraina maupun menjadi pasukan penjaga perdamaian di negara tersebut. Tujuan utama dari mobilisasi tentara asing ke lokasi-lokasi strategis di Ukraina adalah untuk memberikan tekanan terhadap Rusia.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada 11 Maret menyatakan bahwa wacana pengiriman pasukan penjaga perdamaian ke Ukraina merupakan upaya untuk menyelamatkan otoritas Ukraina.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian hanya bisa diterjunkan setelah ada persetujuan dari semua pihak. Ia juga menilai bahwa pembahasan pengiriman pasukan tersebut ke Ukraina masih terlalu dini untuk diputuskan. (ANTARA)
 

Halaman Selanjutnya

Menurut Macron, inisiatif Inggris dan Prancis tersebut tidak bertujuan untuk menggantikan militer Ukraina maupun menjadi pasukan penjaga perdamaian di negara tersebut. Tujuan utama dari mobilisasi tentara asing ke lokasi-lokasi strategis di Ukraina adalah untuk memberikan tekanan terhadap Rusia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |