Trump Umumkan Tarif 10 Persen untuk Semua Barang Masuk ke AS

21 hours ago 4

Kamis, 3 April 2025 - 07:28 WIB

Washington, VIVA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan tarif baru sebesar 10 persen pada hampir semua barang impor yang masuk ke AS, serta memberlakukan tarif lebih tinggi untuk 60 negara yang dianggap menjalankan surplus perdagangan dengan AS.

Trump mengumumkan apa yang diharapkan sebagai tarif 'timbal balik' yang melibatkan peningkatan bea masuk impor AS, agar setara dengan pungutan yang dikenakan negara lain terhadap barang-barang AS.

Ia mendeklarasikan keadaan darurat ekonomi nasional untuk meluncurkan pajak impor yang luas.

"Ini adalah deklarasi kemerdekaan ekonomi kami," kata Trump dilansir Associated Press, Kamis, 3 April 2025.

Trump kemudian mengangkat bagan besar berjudul 'Tarif Timbal Balik'.

Bagan yang diangkat Trump memiliki tiga kolom. Kolom pertama adalah daftar negara. Kemudian, kolom kedua merupakan besaran tarif yang dikenakan suatu negara terhadap barang-barang dari AS.

Presiden AS Donald Trump berlakukan tarif masuk barang impor ke AS

Photo :

  • AP Photo/Mark Schiefelbein

Bagan tersebut diantaranya pungutan pajak 34 persen atas impor dari Tiongkok, pajak 20 persen atas impor dari Uni Eropa, 25 persen atas impor Korea Selatan, 24 persen atas impor dari Jepang, dan 32 persen atas impor Taiwan. 

Trump menyebut pengumuman tarif global itu sebagai "Hari Pembebasan" karena pihaknya meyakini bahwa kebijakan tersebut akan membebaskan Amerika Serikat dari berbagai praktik perdagangan yang tidak adil dan ketidakseimbangan perdagangan global.

Ia mengatakan AS akan menggunakan uang yang dihasilkan dari tarif-tarif impor tersebut untuk mengurangi pajak warganya dan membayar utang nasional AS. 

Juru bicara Gedung Putih Kush Desai mengatakan pengumuman tarif baru merupakan langkah yang diambil Presiden Trump untuk mengembalikan kejayaan Amerika Serikat. 

"Trump telah sangat jelas selama beberapa dekade tentang perlunya mengembalikan kejayaan Amerika," kata juru bicara Gedung Putih Kush Desai.

"Amerika tidak bisa hanya menjadi perakit suku cadang buatan luar negeri — kita harus menjadi pusat manufaktur yang mendominasi setiap langkah rantai pasokan industri yang penting bagi keamanan nasional dan kepentingan ekonomi kita," tegasnya

Ketidakpastian Bisnis

Para ekonom dunia  telah memperingatkan bhawa perang tarif dagang tidak akan menguntungkan seluruh pihak yang terlibat secara langsung, bahkan akan menaikkan harga-harga yang akan dibebankan kepada konsumen di banyak negara, termasuk di Amerika Serikat.

Meskipun tarif  dapat memberikan perlindungan sementara bagi beberapa industri dalam negeri, tapi tarif tidak serta-merta mengarah pada kebangkitan jangka panjang manufaktur AS secara besar-besaran.

Pasalnya, banyak perusahaan yang mengandalkan impor murah untuk produksi mereka (seperti perusahaan di industri elektronik, mobil, atau barang konsumen) akan menghadapi biaya yang lebih tinggi karena tarif bahan baku dan komponen.

Dengan pemberlakuan kebijakan tarif oleh Trump, maka berpotensi membuat produk mereka lebih mahal dan kurang kompetitif.

Disamping itu, pemberlakukan tarif dapat menciptakan ketidakpastian dalam lingkungan bisnis, membuat perusahaan ragu untuk berinvestasi atau berekspansi, terutama jika mereka takut akan pembalasan dari negara lain.

Dengan demikian, mmeskipun beberapa bagian dari sektor manufaktur merasakan manfaatnya, "ledakan" yang luas bagi manufaktur AS kemungkinan bakal tidak terwujud seperti yang dibayangkan Trump.

Sebab, manufaktur di AS masih sangat dipengaruhi oleh rantai pasokan global, dan biaya produksi (termasuk tenaga kerja dan bahan) merupakan faktor yang signifikan.
 

Halaman Selanjutnya

Bagan tersebut diantaranya pungutan pajak 34 persen atas impor dari Tiongkok, pajak 20 persen atas impor dari Uni Eropa, 25 persen atas impor Korea Selatan, 24 persen atas impor dari Jepang, dan 32 persen atas impor Taiwan. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |