173 Orang Terdata dalam Kebakaran KMP Putri Yasmin, Pencarian Korban Masih Berlangsung

3 hours ago 3

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Mataram, VIVA – Sebanyak 173 orang sementara telah terdata dalam insiden kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun, proses pendataan dan pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan jumlah tersebut masih merupakan data sementara. Pendataan dapat kembali bertambah apabila ditemukan atau dievakuasi korban lain dari lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sejauh ini kan ada 173 yang terdata. Nanti mungkin ada kapal yang datang angkut korban, itu nanti akan kita data lagi jadi data tambahan,” kata Dudy di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Rabu, 12 Agustus 2026.

KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok

KMP Putri Yasmin mengalami kebakaran ketika tengah berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok, pada Rabu dini hari.

Insiden tersebut memicu proses evakuasi dan pencarian terhadap orang-orang yang berada di atas kapal. Hingga kini, pemerintah bersama tim pencarian dan pertolongan masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah penumpang maupun awak yang berada dalam pelayaran tersebut.

Dudy mengatakan pendataan menjadi bagian penting dalam proses penanganan insiden KMP Putri Yasmin. Pemerintah perlu memastikan jumlah orang yang berada di kapal ketika kebakaran terjadi agar proses pencarian dapat dilakukan secara lebih terarah.

Pemerintah Buka Layanan Pengaduan Keluarga

Untuk membantu proses pendataan, pemerintah akan membuka pusat layanan pengaduan bagi masyarakat yang merasa memiliki anggota keluarga yang ikut dalam pelayaran KMP Putri Yasmin, tetapi namanya belum masuk dalam data sementara.

“Bagi masyarakat yang merasa ada keluarganya yang ikut di dalam pelayaran ini, kita akan buka call center atau layanan aduan,” ujar Dudy.

Layanan tersebut diharapkan dapat menjadi jalur bagi keluarga untuk menyampaikan informasi apabila terdapat anggota keluarga yang diduga berada di atas KMP Putri Yasmin ketika insiden kebakaran terjadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Dudy, laporan dari masyarakat dan keluarga sangat dibutuhkan untuk membantu memastikan jumlah orang yang berada di kapal.

Data dari keluarga nantinya juga dapat menjadi salah satu acuan bagi tim SAR gabungan dalam melaksanakan pencarian terhadap korban yang masih belum diketahui keberadaannya.

Halaman Selanjutnya

Basarnas Punya Waktu Tujuh Hari untuk Pencarian

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |