3,5 Miliar Anomali Trafik Jadi Ancaman, Solusi Keamanan Siber Mulai Diperkuat

2 hours ago 1

Selasa, 28 April 2026 - 14:07 WIB

Jakarta, VIVA – Perkembangan teknologi digital di Indonesia memang membawa banyak kemudahan. Namun di balik kemajuan tersebut, ancaman siber justru tumbuh semakin cepat dan kompleks. Dalam beberapa tahun terakhir, serangan digital tidak lagi menjadi isu kecil, melainkan ancaman serius bagi berbagai sektor, mulai dari bisnis hingga layanan publik.

Data terbaru berdasarkan laporan yang dikeluarkan BSSN menunjukkan bahwa terdapat lebih dari 3,5 miliar anomali trafik yang menargetkan infrastruktur digital Indonesia sepanjang 2025, mencakup sektor IoT, OT, sistem pembayaran digital, hingga API. Hal ini menjadi alarm penting bahwa keamanan siber tidak bisa lagi dianggap sebagai pelengkap, tetapi harus menjadi fondasi utama dalam transformasi digital.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya jumlah serangan yang meningkat, tantangan lain juga muncul dari sisi kesiapan sumber daya manusia. Kekurangan tenaga ahli di bidang keamanan siber menjadi salah satu persoalan besar yang harus segera diatasi agar Indonesia tidak tertinggal dalam menghadapi era digital yang semakin agresif.

Para pelaku industri teknologi menilai bahwa tren serangan siber akan terus meningkat seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang beralih ke sistem digital. Setiap aktivitas yang terhubung dengan internet membuka peluang baru bagi peretas untuk mencoba menembus sistem.

Serangan digital disebut tidak selalu dilakukan oleh pelaku profesional. Banyak di antaranya justru dilakukan oleh individu yang sekadar mencoba kemampuan teknis mereka.

"Untuk hack itu makin besar karena semua perusahaan sekarang digital sehingga impactnya potentially hacker itu juga makin banyak," ungkap Buddy Restiady, Finance & Risk Management Director Digiserve di Jakarta pada Selasa, 28 April 2026. 

Ia juga menambahkan bahwa pelaku serangan berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar hingga kelompok profesional yang memang mencari keuntungan finansial dari aktivitas ilegal tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, ancaman lain yang sering terjadi adalah serangan melalui email palsu atau phishing. Teknik ini terlihat sederhana, namun sangat berbahaya karena dapat memberikan akses langsung ke sistem perusahaan.

"Phishing mail itu begitu kita klik langsung connect ke sistem, dia akan masuk melalui jaringan digital," jelasnya.

Halaman Selanjutnya

Dari hal yang dijelaskan, solusi dihadirkan oleh perusahaan teknologi Digiserve yang mulai memperkenalkan langkah kolaboratif melalui sebuah kolaborasi strategis dengan DBM Works Solusi Indonesia. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |