Jakarta, VIVA – Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret seorang pendakwah berinisial SAM kini semakin menjadi perhatian. Laporan terkait dugaan perbuatan tersebut telah disampaikan oleh sejumlah korban kepada aparat kepolisian dan saat ini tengah diproses oleh Bareskrim Polri.
Tim kuasa hukum korban mengungkapkan bahwa para pelapor mengalami tekanan psikologis akibat peristiwa yang mereka alami. Mereka berharap proses hukum berjalan serius dan memberikan keadilan bagi para korban. Scroll untuk tahu lebih lanjut!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pengacara korban, Benny Jehadu, menyebutkan bahwa hingga kini terdapat lima orang yang telah resmi melaporkan diri sebagai korban.
"Korbannya saat ini untuk klien kami ada lima orang ya. Karena memang atas kasus ini kan sebetulnya tadi kami sudah jelas menyampaikan bahwa ini kasusnya itu pelecehan seksual terhadap bukan anak perempuan ya, laki-laki, sesama jenis. Di bawah umur itu ada, yang dewasa juga ada," terang Benny Jehadu di Bareskrim Polri, baru-baru ini.
Benny juga menjelaskan bahwa sosok yang dilaporkan bukanlah figur yang asing bagi masyarakat, terutama bagi penonton program religi di televisi.
"Terlapor ini inisialnya SAM, beliau ini sering mengisi salah satu acara di TV swasta," kata Benny Jehadu.
Harapan Korban: Terlapor Segera Dipanggil
Menurut pihak kuasa hukum, laporan yang telah diajukan kini sudah masuk dalam tahap penyidikan. Oleh karena itu, mereka meminta penyidik segera mengambil langkah lanjutan, termasuk memanggil pihak yang dilaporkan untuk dimintai keterangan.
"Tentu kami secara tegas terkait laporan kami adalah harapan kami kepada teman-teman penyidik untuk segera panggil terhadap terlapor ya, lalu segera ditetapkan sebagai tersangka," tegas Benny Jehadu.
Selain kesaksian para korban, tim pengacara juga telah menyerahkan sejumlah barang bukti kepada penyidik sebagai bahan pendalaman perkara.
Bukti Chat hingga Video Diserahkan ke Penyidik
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kuasa hukum lainnya, Wati Trisnawati, menjelaskan bahwa bukti yang diserahkan kepada penyidik cukup beragam. Dokumen tersebut mencakup percakapan digital hingga rekaman video yang disebut berkaitan dengan peristiwa yang dilaporkan.
"Bukti yang diserahkan kita tadi ke penyidik, bukti chat, terus video, dan ada beberapa bukti yang lain juga. Kalau video itu ada kayak semacam pada saat itu ada tabayyun, jadi ada permohonan maaf dari si pelaku ini kepada tokoh-tokoh ulama," beber Wati Trisnawati.
Halaman Selanjutnya
Ia menambahkan bahwa dugaan peristiwa tersebut tidak terjadi hanya sekali, melainkan berlangsung dalam rentang waktu yang cukup panjang dengan korban yang berbeda.

1 day ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502645/original/043661400_1770997885-kangkung.png)