7 Tips Berkendara untuk Lansia dengan Aman dan Nyaman di Jalan Raya

7 hours ago 4

Senin, 23 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jakarta, VIVA – Bagi banyak orang, mengemudi adalah simbol kebebasan dan kemandirian. Namun seiring bertambahnya usia, kemampuan fisik dan respons pengemudi juga mengalami perubahan yang perlu diperhatikan.

Menurut hasil analisis dan panduan terbaru, dikutip VIVA dari SlashGear Senin, 23 Maret 2026, ada sejumlah strategi sederhana yang bisa membantu pengemudi berusia 65 tahun ke atas tetap aman di jalan tanpa harus langsung menyerahkan kunci mobil mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi lansia (lanjut usia/orang sudah uzur atau tua) bahagia.

1. Pemeriksaan Kesehatan Berkala Jadi Kunci

Kesehatan adalah faktor utama dalam mengemudi yang aman. Pemeriksaan mata tahunan sangat dianjurkan karena perubahan alami pada mata seperti menurunnya kemampuan melihat di malam hari atau sensitivitas terhadap silau dapat memengaruhi keselamatan berkendara.

Pastikan juga resep kacamata selalu terbaru untuk membantu penglihatan jarak jauh yang jelas.

2. Waspada terhadap Efek Obat yang Dikonsumsi

Seiring bertambahnya usia, banyak orang mengonsumsi sejumlah obat untuk kondisi kesehatan yang berbeda. Namun sejumlah obat, seperti obat tidur, antihistamin, atau antidepresan, bisa memiliki efek samping berupa rasa ngantuk atau bingung.

Penting untuk berdiskusi dengan dokter atau apoteker tentang apakah obat tertentu dapat memengaruhi kemampuan mengemudi.

3. Periksa Pendengaran Secara Teratur

Pendengaran yang baik membantu pengemudi mendengar suara penting seperti klakson, sirene, atau suara mesin kendaraan lain.

Karena kemampuan mendengar dapat menurun secara bertahap tanpa disadari, pemeriksaan pendengaran secara berkala sangat dianjurkan untuk menjaga kewaspadaan di jalan.

4. Jaga Jarak Aman dengan Kendaraan Lain

Seiring tubuh menjadi kurang cepat dalam merespons, memberi jarak ekstra antara kendaraan Anda dan yang ada di depan bisa membuat perbedaan besar saat harus mengerem mendadak. Para ahli menyarankan untuk meninggalkan jarak tiga atau empat detik sebagai “zona aman” untuk memberi waktu reaksi tambahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

5. Rencanakan Rute dan Kondisi Berkendara

Mengemudi di jalan yang familiar dan merencanakan rute terlebih dahulu dapat mengurangi stres dan keputusan mendadak di jalan. Hindari kondisi berkendara yang berat seperti lalu lintas padat atau rute yang memerlukan banyak belokan kompleks, terutama jika Anda merasa tidak terlalu nyaman dengan rute tersebut.

Halaman Selanjutnya

6. Delegasikan Berkendara Jika Perlu

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |