Anak Gajah Mati Membusuk di Tesso Nilo, Kapolda Riau Turun Gunung Bawa Reserse dan Labfor!

2 weeks ago 4

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:39 WIB

Pekanbaru, VIVA – Penemuan bangkai seekor anak gajah liar di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) langsung mendapat perhatian serius dari jajaran kepolisian.

Kapolda Riau, Inspektur Jenderal Polisi Herry Heryawan bahkan turun langsung ke lokasi di Resort Lancang Kuning, Seksi PTN Wilayah I, hari ini. Kehadiran orang nomor satu di Polda Riau itu bukan tanpa alasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia datang bersama jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum, Direktorat Reserse Kriminal Khusus, hingga tim Laboratorium Forensik (Labfor), serta didampingi Kepala BKSDA Riau. Langkah ini diambil untuk memastikan proses penanganan berjalan profesional dan berbasis ilmiah.

Berdasarkan informasi awal, bangkai anak gajah ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB dalam kondisi telah membusuk dan diperkirakan mati lebih dari satu pekan. Dugaan sementara, kematian berkaitan dengan infeksi pada bagian kaki yang diduga akibat jerat. Saat ini tim medis Balai TNTN masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti kematian.

“Kami ingin memastikan prosesnya berjalan berdasarkan fakta di lapangan. Karena itu saya bersama direktur reserse dan labforensik turun langsung untuk melihat kondisi sebenarnya serta mendukung proses pemeriksaan yang sedang berlangsung,” ujar dia, Kamis, 26 Februari 2026.

Menurutnya, bangkai anak gajah tersebut terdeteksi berkat patroli gabungan antara personel kepolisian dan polisi hutan di kawasan TNTN. Kolaborasi ini dinilai penting untuk mempercepat deteksi ancaman terhadap satwa liar.

“Meski ditemukan dalam kondisi sudah menjadi bangkai, keberadaan anak gajah ini bisa terdeteksi karena patroli bersama. Ini menjadi evaluasi bagi kami untuk terus memperkuat patroli terpadu di kawasan rawan,” ujar dia.

Kapolda menegaskan, pihaknya akan meningkatkan intensitas patroli, khususnya patroli sapu jerat untuk mencegah praktik perburuan liar.

“Kami akan dorong patroli sapu jerat secara lebih masif agar jerat-jerat yang membahayakan satwa dapat ditemukan dan segera disingkirkan,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga menekankan bahwa keterlibatan unsur reserse dan laboratorium forensik dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya unsur pidana dalam kematian satwa dilindungi tersebut.

“Kita masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis lewat nekropsi. Apabila nantinya ditemukan indikasi pidana, tentu akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” tuturnya.

Halaman Selanjutnya

Saat ini, Polda Riau terus berkoordinasi dengan Balai TNTN dan BKSDA Riau dalam proses pengumpulan data serta analisis di lokasi kejadian. Polisi memastikan perkembangan terbaru akan disampaikan setelah hasil nekropsi dan pendalaman lapangan diperoleh secara menyeluruh.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |