Anggaran MBG Dipangkas, Pemerintah Hemat Rp 50 Triliun dalam Setahun

4 days ago 6

Selasa, 28 April 2026 - 10:26 WIB

Jakarta, VIVA – Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung menyampaikan, pemerintah bakal melakukan penyesuaian anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG), guna lebih menajamkan (refocusing) anggaran.

Dalam acara National Policy Dialogue dan Kick Off Percepatan Intermediasi Nasional (PINISI), Juda menjelaskan bahwa penyesuaian berupa pengurangan jumlah hari pemberian MBG dari sebelumnya 5 hari menjadi 4 hari dalam sepekan itu, diyakini akan membuat APBN hemat hingga Rp 50 triliun per tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"MBG yang dulunya (pada hari) Sabtu diberikan makan siang gratis, sekarang dihilangkan. Lebih logik kan?" kata Juda, dikutip Selasa, 28 April 2026.

Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung

Photo :

  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Langkah penghapusan pemberian MBG satu hari dalam sepekan itu dilakukan dengan mempertimbangkan aspek efektivitas, karena berpotensi menimbulkan ketidakefisienan.

Sebab, Juda menilai bahwa apabila siswa justru harus ke sekolah di hari libur hanya untuk mengambil MBG, maka hal itu adalah sesuatu yang tidak efisien. "Karena kalau Sabtu ada makanannya (MBG) di sekolah, anak-anak harus datang ke sekolah kan?" ujarnya.

Sementara dari sisi fiskal, Juda mengakui bahwa langkah mengurangi jumlah hari pemberian MBG ini, akan berdampak pada penghematan yang sangat signifikan.

Sebab menurutnya, dengan menghapus satu hari tersebut, maka akan ada penghematan setara Rp 1 triliun per hari.

"Satu hari itu bisa menghemat Rp 1 triliun. Lima hari dalam seminggu, empat kali dalam sebulan itu bisa menghemat Rp 4 triliun. Setahun tentu saja penghematannya lebih dari Rp 50 triliun," kata Juda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, lanjut Juda, langkah penghematan juga akan dilakukan dengan memperketat pengawasan kualitas pelaksanaan program MBG di lapangan. Apabila ada SPPG yang tidak memenuhi standar dalam pemberian menu MBG, maka SPPG itu akan dikenakan sanksi tegas.

"SPPG yang tidak memberikan makanan bergizi sesuai dengan standar-standar kondisi, istilahnya SPPG nakal, itu diskors, dievaluasi. Jadi ini sebagai contoh bagaimana penajaman-penajaman refocusing terus dilakukan," ujarnya.

Suasana dapur MBG di Brebes saat akan menyiapkan untuk disalurkan ke sekolah

Nanik Ungkap Pesan Gibran ke BGN: Libatkan BUMN untuk Bangun Dapur MBG di Wilayah 3T

Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang mengungkapkan Gibran meminta BGN untuk mempercepat pemerataan pelaksanaan Program MBG, khususnya di wilayah 3T, dengan melibatkan BUMN.

img_title

VIVA.co.id

28 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |