Anggota DPR: Kasus Keracunan MBG Sangat Menyakiti Dunia Pendidikan

2 weeks ago 10

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:44 WIB

Jakarta, VIVA – Berbagai kasus keracunan makanan akibat mengkonsumsi sajian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih sering terjadi, bahkan selama periode Januari 2026 terdapat sekitar 50 kasus. 

Anggota Komisi IX DPR RI, Pulung Agustanto meminta pada pengelola MBG lebih serius memperhatikan tata kelola untuk menghindari kasus-kasus seperti ini terulang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Gimana bisa melangkah ke makanan bergizi, soal makanan layak konsumsi saja masih jadi masalah," ujar Pulung dalam keterangannya, Kamis, 26 Februari 2026.

Menurut Pulung, Badan Gizi Nasional (BGN) harus lebih cermat dalam melaksanakan tata kelola agar program yang menghabiskan dana hampir 10 persen dari APBN ini tidak malah menyusahkan penerimanya. 

"Dana APBN yang dihabiskan untuk program ini sangat besar. Jika output-nya masih banyak masalah, mubazir banget," ungkap Pulung. 

Apalagi, lanjut dia, sebagian besar dana MBG diambil dari anggaran pendidikan. Artinya, dengan adanya MBG ini, mau tidak mau banyak program pendidikan yang tidak kebagian budget.

Siswa SD Tumbang Usai Santap MBG di Sekolah dan Posyandu

Dari Rp769 triliun anggaran pendidikan dalam APBN 2026, sebanyak Rp223 triliun habis kesedot oleh MBG. 

"Kasus-kasus keracunan MBG di berbagai sekolah sudah pasti sangat menyakiti dunia pendidikan kita," katanya.

Puling menambahkan bahwa tujuan besar pemerintah untuk memperbaiki gizi masyarakat melalui program ini mungkin baik. Hanya saja, tata kelola dapur dan transparansi alokasi budget tidak kalah penting. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang dibutuhkan sekarang ini adalah kecakapan manajemen, tata kelola dapur, transparansi alokasi budget, dan berbagai hal teknis lainnya. Bukan hanya slogan tentang memberi makan rakyat," katanya.

Lebih jauh, Pulung menilai keberhasilan MBG tidak cukup dinilai hanya dari banyaknya jumlah penerima manfaat. "Percuma kuantitas jika kualitasnya masih jadi persoalan," pungkasnya.

Anggota Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko

Anggota DPR: Program MBG jadi Momentum Emas Terhadap Peternakan RI

Singgih menyoroti dunia industri perunggasan Indonesia tengah memasuki babak baru yang menegangkan. Sebab, di penghujung tahun 2025, guncangan datang dari Asia Tenggara.

img_title

VIVA.co.id

26 Februari 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |