Jakarta, VIVA – Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie mengatakan, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang tepat dapat membantu memperkuat sektor UMKM, sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
Karena menurutnya, penggunaan AI harus dipandang sebagai peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus menciptakan lapangan kerja.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Anin menjelaskan, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5-6 persen, Indonesia membutuhkan penciptaan jutaan lapangan kerja. Di sisi lain, jumlah lulusan perguruan tinggi yang terus meningkat juga memerlukan penyerapan tenaga kerja yang optimal.
“Jadi ada dua cara berpikirnya, kita melihat ini sebagai tantangan saja, atau kita melihat ini sebagai potensi,” kata Anindya, Selasa, 28 April 2026.
Direktur Utama & CEO PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), Anindya Bakrie
Photo :
- [tangkapan layar]
Menurutnya, pendekatan terbaik dalam pengembangan AI di Indonesia adalah dengan fokus pada aplikasi yang relevan dengan kebutuhan domestik. Dia menilai, berbagai teknologi dan perangkat lunak AI global sudah tersedia, namun perlu disesuaikan dengan karakteristik permasalahan dan peluang di dalam negeri.
Lebih lanjut, Anindya menekankan bahwa keberhasilan implementasi AI sangat bergantung pada keterlibatan UMKM, mengingat sekitar 97 persen tenaga kerja Indonesia berasal dari sektor tersebut.
“AI itu hanya akan berhasil sebanyak kita menggerakkan teman-teman di UMKM,” kata Anindya.
Dia juga menyoroti tren investasi yang masuk ke Indonesia. Dimana pada kuartal I-2026, total investasi tercatat mencapai Rp 498,8 triliun. Namun, sebagian besar investasi tersebut bukan berasal dari proyek-proyek besar, melainkan investasi skala kecil dengan rata-rata sekitar Rp 1,5 miliar per proyek.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain itu, Anindya menilai sektor-sektor berbasis layanan (service industry) juga memiliki potensi besar untuk terdampak, sekaligus berkembang melalui adopsi AI. Beberapa sektor yang dinilai paling prospektif antara lain keuangan, kesehatan dan pendidikan.
“Fokusnya pasti di finance, tapi juga sangat penting di kesehatan dan juga edukasi. Karena service industry itu yang paling gampang untuk di-disrupt, tapi juga paling gampang untuk berbuat innovation,” ujarnya. (Ant).
Wagub Bang Doel Gandeng HIPMI Jaya Kolaborasi Ciptakan Lapangan Kerja
Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta, Rano Karno atau akrab disapa Bang Doel mengatakan, peran pengusaha muda sangat krusial di tengah ketidakpastian ekonomi global.
VIVA.co.id
27 April 2026

3 days ago
3



























