AS Klaim Kawal 70 Kapal Dagang Lintasi Selat Hormuz dalam 3 Pekan Terakhir

1 week ago 7

Senin, 1 Juni 2026 - 12:30 WIB

Jakarta, VIVA – Seorang pejabat Komando Pusat Amerika Serikat (AS) atau CENTCOM mengabarkan, mereka telah mengawal sekitar 70 kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz dalam tiga pekan terakhir.

Sebelumnya, CENTCOM membantah laporan mengenai dimulainya kembali pengawalan kapal di Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut sumber yang dikutip NYT, tidak diungkapkan kapal mana yang melintasi selat tersebut maupun rute yang ditempuh. Seorang pejabat hanya mengonfirmasi bahwa sedikitnya satu kapal melewati wilayah dekat pantai Iran.

Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih

Sementara itu, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan, pihaknya terus memantau lalu lintas kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

Perkembangan tersebut terjadi di tengah upaya meredakan ketegangan antara AS dan Iran.

Pada 29 Mei 2026, Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan bahwa blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan dicabut.

Namun, penasihat militer pemimpin tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyatakan bahwa militer AS tetap melanjutkan blokade meski ada pengumuman tersebut.

Pekan ini, pejabat AS dan Iran sepakat memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. iran juga berkomitmen membersihkan seluruh ranjau di Selat Hormuz dalam waktu 30 hari.

Disepakati pula bahwa pengiriman melalui Selat Hormuz tidak akan dikenai pungutan apa pun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada 28 Februari, AS dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap target-target di Iran yang dilaporkan telah menewaskan lebih dari 3.000 orang.

AS dan Iran pada 8 April mengumumkan gencatan senjata, tetapi pembicaraan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil. AS kemudian memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. (Ant).

Ilustrasi Bendera Iran

Iran Benahi Akses ke Pangkalan Bawah Tanah Usai Serangan AS-Israel

Pemerintah Iran telah membersihkan puing-puing di 50 dari 69 pintu masuk terowongan di 18 pangkalan bawah tanah, yang sebelumnya menjadi sasaran serangan AS dan Israel.

img_title

VIVA.co.id

1 Juni 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |