AS Revisi Lagi Batas Waktu Operasi Militer ke Iran Jadi 100 Hari, Ada Apa?

5 days ago 3

Jumat, 6 Maret 2026 - 00:03 WIB

VIVA Amerika Serikat kembali merevisi tenggat waktu operasi militer terhadap Iran. Belakangan, AS ztengah mempertimbangkan operasi militer terhadap Iran yang dapat berlangsung setidaknya 100 hari atau hingga September, surat kabar Politico melaporkan. 

Menteri Perang AS, Pete Hegseth pada Rabu, 5 Februari 2026, mengatakan militer AS merevisi jadwal operasi militer terhadap Iran menjadi delapan minggu dari sebelumnya empat hingga lima minggu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menetapkan tenggat waktu empat hingga lima minggu untuk menyelesaikan serangan terhadap Iran, jika diperlukan. 

Komando Pusat AS (CENTCOM) meminta tambahan perwira intelijen militer ke markas besarnya di Tampa, Florida, untuk mendukung operasi terkait Iran, sebut surat kabar itu yang mengutip dokumen internal Pentagon (Departemen Perang AS). 

Penambahan personel intelijen tersebut mengindikasikan bahwa Pentagon tengah mempersiapkan anggaran untuk operasi berkepanjangan dan menunjukkan bahwa pemerintah AS semula meremehkan skala konflik tersebut, menurut laporan itu. 

Upaya AS meningkatkan sumber daya evakuasi bagi warga Amerika di Timur Tengah dan memperkuat pasukan pengumpul intelijen juga mengisyaratkan bahwa pemerintahan Trump belum sepenuhnya siap menghadapi konflik yang lebih besar dengan Iran, sebut Politico

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada Sabtu, 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban jiwa warga sipil. 

Televisi Iran mengumumkan pemimpin tertinggi Ali Khamenei tewas dalam serangan teraebut. Iran kemudian meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya (tengah)

Gus Yahya Desak Prabowo Manfaatkan Board of Peace untuk Damaikan AS-Iran

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mendorong Presiden RI Prabowo Subianto memanfaatkan BoP untuk menciptakan perdamaian antara Amerika Serikat dengan Iran

img_title

VIVA.co.id

6 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |