Jakarta, VIVA – Kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking kini semakin dipandang sebagai keterampilan penting bagi generasi muda. Bagi para pelajar, kemampuan ini tidak hanya membantu meningkatkan rasa percaya diri, tetapi juga menjadi bekal berharga untuk menghadapi dunia kerja di masa depan.
Kesadaran akan pentingnya keterampilan komunikasi ini mendorong Program 1Langkah menyelenggarakan pelatihan public speaking bagi siswa kelas XII di SMA 6 Jakarta pada Selasa, 10 Maret 2026. Kegiatan ini dirancang untuk membantu para pelajar berani menyampaikan ide, gagasan, serta pendapat mereka secara jelas di hadapan banyak orang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam sesi pelatihan, Atta Ul Karim selaku penggagas Program 1Langka menghadirkan Adromeda Mercury yang merupakan anchor televisi profesional bahkan pernah menjadi moderator debat Pemilihan Presiden 2024. Adromeda memberikan berbagai wawasan mengenai teknik berbicara di depan publik, mulai dari cara menyampaikan pesan dengan jelas hingga mengelola rasa gugup ketika tampil di depan audiens.
"Kami menghadirkan pembicara yang memang ahli di bidangnya, yaitu Andromeda. Semoga kehadirannya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," ujar Atta dalam keterangannya, Rabu, 11 Maret 2026.
![]()
Andromeda menegaskan bahwa rasa gugup ketika berbicara di depan umum merupakan hal yang sangat wajar. Khususnya bagi para siswa yang belum terbiasa tampil di depan banyak orang.
“Gugup dan deg-degan itu hal yang normal ketika kita akan tampil di depan banyak orang. Yang paling penting adalah berusaha untuk tidak blank ketika sudah berbicara, karena saat itu tidak ada yang bisa membantu kita selain diri sendiri,” imbuhnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia berbagi pengalamannya di bidang public speaking sekaligus tips praktis kepada para siswa. Ia juga mendorong generasi muda untuk memanfaatkan media sosial secara bijak sebagai sarana mengekspresikan diri dan mengasah kemampuan komunikasi.
Kata Adromeda, cara paling mudah mengasah kemampuan berbicara adalah dengan membuat konten di media sosial. Selain semakin fasih berbicara di depan umum, konten-konten positif yang dibagikan di media sosial bisa menjadi nilai lebih lantaran kini perusahaan kerap memperhatikan aktivitas pelamar saat proses rekrutmen.
Halaman Selanjutnya
“Saya termasuk orang yang aktif di media sosial, khususnya Instagram dan TikTok. Bagi kalian yang belum aktif, mulailah mengisi konten di media sosial kalian,” tutur Andromeda.

2 hours ago
3










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
