Jakarta, VIVA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum beranjak dari zona merah hingga penutupan perdagangan hari ini, Rabu, 11 Maret 2026. IHSG anjlok 0,69 persen atau 51,51 poin ke level 7.839,40.
Berdasarkan pantauan VIVA di Stockbit, tren penurunan semakin terlihat sejak perdagangan sesi kedua bahkan sempat terjungkal ke area 7.834. Sementara itu, titik tertinggi yang berhasil tercapai berada di level 7.523.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 12,75 triliun dan volume transaksi mencapai Rp 281,44 juta. Sementara itu, total perdagangan sebanyak 1,85 juta transaksi.
Sektor energi mengalami penurunan sebesar 2,01 persen seiring konflik di Iran yang terus berlanjut. Sektor bahan baku merosot 2,03 persen, sektor infrastruktur melemah 1,34 persen, sektor infrastruktur menyusut 0,96 persen, sektor konsumer siklikal tergerus 0,56 persen dan sektor transportasi kehilangan 0,35 persen.
Sementara itu, sektor teknologi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 0,87 persen. Sektor kesehatan menyusul penguatan sebesar 0,29 persen, sektor konsumer non-siklikal melambung 0,27 persen, sektor properti melesat 0,17 persen dan sektor keuangan naik tipis 0,03 persen.
Ilustrasi Investasi
Photo :
- pexels.com/Leeloo The First
"Setelah sempat bergerak menguat pada sesi pertama, IHSG bergerak di teritori negatif di sepanjang sesi kedua," ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Rabu, 11 Maret 2026.
Tim Analis Phintraco Sekuritas mengatakan, investor cenderung melakukan trading jangka pendek. Strtagei ini dilakukan pelaku pasar di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran serta menjelang libur panjang Lebaran yang dimulai pada pertengahan pekan depan.
Secara teknikal, indikator Stochastic RSI dan MACD masih cenderung melemah. IHSG sempat bergerak menguat hingga level 7.52 sebelum akhirnya ditutup melemah kembali.
Indeks di bursa Asia ditutup beragam pada perdagangan Rabu, 11 Maret 2026. Sedangkan mayoritas indeks di bursa Eropa dibuka melemah seiring dengan meningkatnya intensitas operasi militer di Timur Tengah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tiga kapal di lepas pantai Iran telah terkena proyektil di sekitar Selat Hormuz. Lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz yang sangat penting dan strategis telah hampir terhenti sejak AS dan Israel melakukan serangan udara ke Iran pada 28 Februari 2026.
Meski pasar modal bergerak lesu, tiga emiten berhasil melesat dan menduduki top gainers di jajaran 45 saham unggulan (LQ45) sebagai berikut.
Halaman Selanjutnya
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

4 hours ago
4










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
