Tradisi Warung Makan Tutup Tirai saat Ramadhan, Kini Banyak Dimanfaatkan Buat Mendulang Cuan

3 hours ago 2

Rabu, 11 Maret 2026 - 17:24 WIB

Jakarta, VIVA – Bulan Ramadhan sering kali menghadirkan pemandangan khas di berbagai kota: kedai makan yang menutup bagian depan toko mereka dengan tirai selama jam puasa. Namun belakangan, elemen sederhana ini mulai dimanfaatkan dengan cara yang lebih kreatif oleh para pelaku usaha lokal.

Di sejumlah kota seperti Jakarta hingga Bali, tirai penutup kedai kini dimanfaatkan sebagai media promosi bagi usaha kecil lainnya. Alih-alih hanya berfungsi menutup area makan, tirai tersebut berubah menjadi ruang promosi yang memperkenalkan berbagai produk lokal kepada pelanggan yang melintas. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Inisiatif ini muncul melalui kolaborasi sejumlah pemilik kedai makanan dan pelaku usaha lokal yang saling berbagi ruang promosi selama Ramadan. Dengan cara ini, pelaku usaha tidak hanya menjalankan bisnis masing-masing, tetapi juga membuka kesempatan bagi usaha lain untuk dikenal lebih luas.

Head of Retail Banking Brand & Marketing di Bank Jago, Michael Hartawan, menjelaskan bahwa ide tersebut lahir dari semangat kebersamaan yang identik dengan Ramadhan.

“Melalui gerakan ini, kami ingin menghadirkan semangat Ramadan sebagai momen penuh berkah dan kebaikan. Dengan menciptakan ruang kolaborasi bagi pelaku usaha untuk saling mendukung dan bertumbuh bersama, kami berharap bisa memperluas kesempatan bagi lebih banyak orang,” ujar Michael dalam keterangannya, dikutip Rabu 11 Maret 2026. 

Kolaborasi Usaha Lokal dari Kopi hingga Warteg

Program ini melibatkan berbagai jenis usaha kuliner, mulai dari kedai kopi hingga rumah makan tradisional. Beberapa tempat yang berpartisipasi antara lain Sunyi Coffee, Toko Kopian, Futago, hingga rumah makan seperti RM Sinar Gakong.

Kolaborasi ini juga mempertemukan berbagai latar belakang usaha. Sunyi Coffee, misalnya, dikenal sebagai ruang inklusif yang memberdayakan penyandang disabilitas, sementara Toko Kopian mengusung konsep kopitiam yang terinspirasi dari budaya kedai kopi Malaysia.

Dengan memanfaatkan tirai kedai sebagai media promosi, berbagai usaha lokal dapat memperkenalkan produk mereka kepada pelanggan dari bisnis lain, sekaligus memperluas jaringan komunitas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kolaborasi yang Muncul dari Semangat Ramadhan

Bagi sebagian pelaku usaha, kolaborasi semacam ini memberikan kesempatan baru untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Pemilik RM Sinar Gakong, Reza Kusumah, menilai konsep berbagi ruang promosi selama Ramadhan sejalan dengan semangat saling mendukung di antara usaha lokal.

Halaman Selanjutnya

Menurutnya, selain membuka peluang promosi yang lebih luas, kolaborasi ini juga membantu memperkuat hubungan antar pelaku usaha dalam ekosistem bisnis yang sama.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |