Beda Generasi, Begini 3 Cara Simpel Bonding Anti-Gagal Ala Hetty Koes Endang dan Putrinya

2 hours ago 2

Selasa, 28 April 2026 - 14:45 WIB

Jakarta, VIVA – Di tengah kesibukan era modern, banyak orang tua menghadapi dilema antara tuntutan aktivitas dan kebutuhan untuk hadir secara emosional bagi anak. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kehadiran emosional jauh lebih penting dibandingkan sekadar durasi waktu bersama. Anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna, melainkan sosok yang benar-benar hadir dan terhubung.

Fakta menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 4 anak usia sekolah merasa orang tuanya ada secara fisik, namun tidak benar-benar hadir secara emosional di rumah. Kondisi ini sering kali dipicu oleh kelelahan dan distraksi, seperti penggunaan gadget. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Padahal, kualitas interaksi terbukti memiliki dampak besar terhadap perkembangan emosional anak, bahkan interaksi singkat selama 15–30 menit dapat membantu membangun rasa aman (secure attachment) sekaligus menurunkan stres pada orang tua.

Menariknya, praktik bonding sederhana ini juga diterapkan oleh penyanyi senior Hetty Koes Endang bersama keluarganya. Bersama sang anak, Afifah Yusuf, mereka membagikan cara-cara sederhana namun efektif untuk mempererat hubungan lintas generasi.

Berikut tiga cara simpel bonding anti-gagal yang bisa diterapkan:

1. Luangkan Waktu Singkat Tanpa Distraksi

Kunci utama bonding berkualitas adalah fokus penuh. Tidak perlu waktu berjam-jam, cukup 30 menit tanpa gangguan gadget sudah memberikan dampak signifikan.

“Cukup 30 menit, tanpa HP. Ikuti permainan anak, dan rasakan perbedaannya,” ujar Afifah Yusuf, dalam acara peluncuran Loluna di Alfamidi Super Botanica.  

Waktu singkat ini bisa diisi dengan bermain, menggambar, atau sekadar berbincang santai. Yang terpenting adalah kehadiran penuh tanpa distraksi, sehingga anak merasa didengar dan diperhatikan.

2. Ikuti Dunia Anak, Bukan Sebaliknya

Bonding tidak harus melalui aktivitas besar atau mahal. Justru, momen keseharian seperti bermain peran, menyusun balok, atau membaca buku bersama bisa menjadi sarana terbaik.

Dengan mengikuti minat anak, orang tua membantu membangun rasa percaya diri dan kemandirian sejak dini. Pendekatan ini juga sejalan dengan pandangan psikolog keluarga yang menekankan pentingnya interaksi fokus tanpa gangguan untuk menurunkan stres dan membangun rasa aman pada anak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. Nikmati Proses, Bukan Hasil

Dalam proses bonding, yang terpenting bukanlah hasil akhir, melainkan pengalaman bersama. Hetty Koes Endang menyoroti bagaimana kebahagiaan sederhana bisa tercipta dari melihat anak aktif dan menikmati momen.

Halaman Selanjutnya

“Aku melihat mereka aktif begitu jadi seneng sendiri, secara ga sadar itu juga memiliki dampak emosi positif untuk Afi sebagai ibu, dan aku sebagai oma nya”, tambah Bunda Hetty.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |