Jakarta, VIVA – Anggapan bahwa mobil listrik hanya memindahkan polusi dari knalpot ke pembangkit listrik kembali menjadi sorotan. Dalam laporan yang disadur VIVA Otomotif dari SlashGear, Kamis 13 Agustus 2026, persoalan tersebut perlu dilihat dari efisiensi kendaraan dan total emisi sepanjang siklus penggunaannya.
Argumen tersebut biasanya muncul karena sebagian listrik untuk mengisi baterai mobil listrik masih berasal dari pembangkit berbahan bakar fosil. Dengan begitu, kendaraan listrik dianggap tidak benar-benar mengurangi emisi, melainkan hanya memindahkan lokasi sumber polusinya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, perbandingan tersebut tidak sesederhana melihat dari mana energi berasal. Salah satu faktor penting adalah efisiensi, karena motor listrik mampu mengubah energi menjadi gerakan dengan tingkat efisiensi yang jauh lebih tinggi dibandingkan mesin pembakaran internal.
Pada mobil berbahan bakar bensin, sebagian besar energi yang tersimpan dalam bahan bakar tidak digunakan untuk menggerakkan roda. Energi tersebut justru terbuang dalam bentuk panas, sementara sebagian energi lainnya digunakan untuk menjalankan berbagai komponen kendaraan.
Motor listrik memiliki karakter yang berbeda karena sebagian besar energi dari baterai dapat digunakan untuk menghasilkan gerakan. Efisiensi tersebut menjadi salah satu alasan kendaraan listrik tetap dapat menghasilkan emisi lebih rendah meski listrik yang digunakan belum sepenuhnya berasal dari energi terbarukan.
SlashGear juga mengutip sejumlah penelitian yang membandingkan emisi kendaraan berdasarkan seluruh siklus hidupnya. Perhitungan tersebut mencakup proses produksi kendaraan dan baterai, sumber energi yang digunakan, hingga emisi yang muncul selama kendaraan digunakan.
Hasil penelitian yang dikutip menunjukkan bahwa kendaraan listrik dapat menghasilkan emisi siklus hidup lebih rendah dibandingkan mobil bermesin bensin. Besarnya pengurangan emisi memang tidak sama di setiap wilayah karena sangat dipengaruhi oleh komposisi sumber listrik yang tersedia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Artinya, mobil listrik yang digunakan di wilayah dengan pembangkit listrik berbasis batu bara tetap memiliki jejak karbon. Namun, efisiensi sistem penggeraknya membuat perbandingan antara EV dan mobil bensin tidak bisa hanya didasarkan pada emisi dari pembangkit listrik.
Faktor lain yang turut diperhitungkan adalah perkembangan sistem kelistrikan. Ketika porsi energi terbarukan meningkat dan penggunaan pembangkit berbahan bakar fosil berkurang, emisi yang berkaitan dengan penggunaan kendaraan listrik juga berpotensi ikut turun.
Halaman Selanjutnya
Kondisi tersebut berbeda dengan mobil bensin yang tetap membutuhkan pembakaran bahan bakar setiap kali digunakan. Selama bensin dibakar di dalam mesin, emisi dari proses tersebut tetap dihasilkan tanpa bergantung pada apakah sumber listrik suatu wilayah menjadi lebih bersih atau tidak.

3 hours ago
9


















