Jakarta, VIVA – Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Palu dan sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan, pada Selasa, 16 Juni 2026.
Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama menyebut bahwa gempa bumi yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah itu diakibatkan oleh aktivitas Sesar Sausu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Sausu," katanya dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta.
Nelly menuturkan, bahwa berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.
Di sisi lain, ia menuturkan bahwa gempa dengan kedalaman 16 km ini tidak berpotensi tsunami atau gelombang besar.
"BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat," ujarnya.
Ia meminta masyarakat untuk terus waspada namun tetap tenang tanpa terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Kemudian menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi dan mewaspadai gempa bumi susulan yang masih terjadi," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan terdapat 13 gempa susulan usai gempa utama terjadi.
“BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama,” ujar Muhari dalam keterangannya.
Berdasarkan laporan sementara, pihaknya mencatat sejumlah bangunan di Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Sigi mengalami kerusakan.
Namun, belum diketahui secara pasti jumlah bangunan yang rusak.
“Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung,” ungkap Muhari.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Muhari menyebut BPBD Sulteng, TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong masih melakukan pemantauan soal dampak keseluruhan dari gempa tersebut.
tvOnenews.com/Aldi Herlanda
15 Rumah di Kabupaten Parigi Rusak Imbas Gempa M 6,7 Sulawesi Tengah
BPBD mencatat sekitar 15 rumah warga di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), mengalami kerusakan akibat dampak guncangan gempa magnitudo 6,7.
VIVA.co.id
16 Juni 2026

1 day ago
4














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)