Bocoran Jajaran Direksi Baru BEI Terpilih, OJK: Paling Lambat 22 Juni

4 days ago 2

Selasa, 28 April 2026 - 00:11 WIB

Jakarta, VIVA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan proses seleksi jajaran direksi baru PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki tahap krusial. Pengumuman nama-nama terpilih akan disampaikan sekitar sepekan sebelum pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Otoritas Jasa Keuangan, Hasan Fawzi, mengatakan proses seleksi saat ini masih berjalan. Ia membeberkan, terdapat dua paket calon direksi yang telah masuk dan sedang melalui tahap verifikasi administrasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Paling lambat satu minggu sebelum pelaksanaan RUPS bursa (BEI), kalau tidak salah RUPS-nya tanggal 29 Juni, jadi paling lambat 22 Juni akan kami umumkan,” ujar Hasan Fawzi saat ditemui di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan, masa pendaftaran calon direksi BEI masih dibuka hingga tanggal 4 Mei 2026. Setelah itu, OJK memiliki waktu sekitar satu setengah bulan untuk menyaring dan menetapkan komposisi direksi terbaik yang akan memimpin BEI selama empat tahun ke depan

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi.

Photo :

  • VIVA.co.id/Dani Randi (Banda Aceh)

Proses seleksi berlangsung di tengah dinamika besar di pasar modal domestik. OJK telah membentuk panitia seleksi untuk menjaring kandidat terbaik untuk direksi BEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan komisaris PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Hasan berharap dengan jangka waktu sekitar 1,5 bulan sejak penutupan masa pendaftaran hingga target waktu pengumuman, pihaknya dapat menentukan komposisi direksi terbaik untuk mengelola dan mengembangkan BEI.
Ia meminta para calon direksi untuk benar-benar memahami tugas yang akan mereka jalankan nantinya di tengah berbagai tantangan pasar dan kondisi perekonomian global yang semakin kompleks.  Pihaknya menaruh harapan besar pada jajaran direksi baru BEI untuk memperkuat sinergi dalam mendorong reformasi serta pendalaman pasar modal nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami di OJK ingin memastikan ada mitra direksi bursa (BEI) yang terbaik yang bisa mengawal agenda-agenda reformasi integritas dan agenda pendalaman pasar yang kami gagas di OJK bersama seluruh stakeholders (pemangku kepentingan) di pasar modal,” ucap Hasan Fawzi.

Lebih lanjut, Hasan menyebut komposisi direksi lima calon direksi akan mencerminkan keterwakilan berbagai pemangku kepentingan di pasar modal. Mulai dari anggota bursa (AB), emiten, profesional, hingga regulator.

Halaman Selanjutnya

“Ini ada unsur keterwakilan. Ada dua yang harus ada sumber dari para Anggota Bursa supaya mereka juga merepresentasikan kepentingan pelaku utama, kemudian satu dari emiten, dan ada satu lainnya dari profesional, ada satu dari regulator, dan sebagainya,” jelas Hasan

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |