Britney Spears Ditangkap Polisi AS Usai Mengemudi Sambil Mabuk, Manajer Buka Suara

5 days ago 4

Jumat, 6 Maret 2026 - 08:01 WIB

California, VIVA - Diva pop dunia, Britney Spears, menjadi sorotan publik setelah ditangkap aparat kepolisian di Ventura County, California pada Rabu malam waktu setempat, 5 Maret 2026. Ia diboyong pihak keamanan karena mengemudi dalam kondisi mabuk atau driving under the influence (DUI).

Pihak kepolisian setempat memberhentikan mobil Spears saat sedang melakukan patroli jalan raya (Highway Patrol) sekitar pukul 21.28 waktu sebelum. Pelantun lagu Baby One More Time ini langsung diborgol di lokasi kejadian lalu diamankan ke kantor kepolisian untuk menjalani proses administrasi penahanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Spears resmi dibekuk pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.02 waktu California. Ia dilepaskan tiga jam setelah menjalani pemeriksaan, tepatnya sekitar pukul 06.00 pagi waktu setempat.

Spears segera menghapus akun Instagram pribadinya tidak lama setelah dibebaskan oleh pihak kepolisian California. Padahal sebelumnya ia sempat mengunggah sebuah pesan yang menarik perhatian penggemar.

“Lagu ini mewakili kerapuhan. Hati-hati teman-temanku saat berurusan dengan sang ratu hati,” demikian tulisan unggahan terakhirnya sebelum dihapus Spears. 

Britney Spears.

Photo :

  • Instagram @britneyspears

Manajer Spears, Cade Hudson, memberikan pernyataan terkait insiden tersebut. Ia menyebut kejadian ini sebagai peristiwa yang tidak dapat dibenarkan dan berharap para penggemar bisa memberikan dukungan kepada Spears dalam melalui masa-masa sulit. 

“Ini adalah insiden yang sangat disayangkan dan sama sekali tidak bisa dibenarkan. Britney akan mengambil langkah yang benar dan mematuhi hukum. Kami berharap ini bisa menjadi langkah awal dari perubahan yang sudah lama diperlukan dalam hidupnya. Semoga dia mendapatkan bantuan dan dukungan yang dibutuhkan di masa sulit ini,” ujar Hudson dikutip dari The Guardian, Kamis, 6 Maret 2026. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penangkapan Spears terjadi beberapa hari setelah pengadilan mengabulkan permohonan restraining order terhadap seorang pria berusia 51 tahun asal Louisiana yang disebut telah mengganggunya sejak tahun 2013. Dalam dokumen pengadilan, Spears menyebut pria tersebut sempat mendatangi rumahnya di Los Angeles setelah membuat sejumlah unggahan media sosial yang dianggap mengganggu.

Spears bukan pertama kali berurusan dengan hukum karena kasus mengemudi di bawah pengaruh alkohol (DUI). Pada tahun 2007, ia sempat menghadapi empat dakwaan pelanggaran ringan setelah diduga menabrak mobil yang sedang terparkir di Los Angeles dan meninggalkan lokasi kejadian. Kasus tersebut dihentikan setelah Spears membayar ganti rugi kepada pemilik kendaraan.

Halaman Selanjutnya

Di tengah berbagai kontroversi dan masalah hukum, Spears diketahui menjual hak atas katalog musiknya dalam kesepakatan senilai sekitar US$200 juta kepada perusahaan penerbit musik, Primary Wave, pada tahun 2025. Kesepakatan Spears dengan Primary Wave memberinya hak kepemilikan atas lagu-lagu hitsnya termasuk Baby One More Time, Lucky, dan Everytime. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |