Jakarta, VIVA – Basarnas memastikan operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa dilakukan berdasarkan perhitungan teknis serta ketentuan internasional.
Karena itu, pola dan sektor pencarian korban tidak selalu sama setiap harinya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan perubahan sektor pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, termasuk pergerakan arus yang dapat mengubah titik acuan pencarian atau datum.
"Operasi yang kita lakukan ini mengacu pada dasar ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan oleh internasional. Pola pencarian tidak pernah sama setiap hari karena tim menyesuaikan operasi dengan berbagai faktor lapangan," kata Syafii, dikutip Rabu, 16 September 2026.
Pada hari pertama operasi, tim SAR melakukan pencarian dengan membagi wilayah menjadi delapan sektor berdasarkan koordinat yang telah ditentukan.
Sementara pada hari kedua dan ketiga, pencarian dilakukan di enam sektor. Lokasi sektor tersebut dapat bergeser mengikuti hasil perhitungan dan perkembangan kondisi di lapangan.
Perubahan ini diperlukan karena korban yang terbawa arus berpotensi bergerak menjauh dari titik awal kecelakaan. Dengan demikian, tim SAR harus menyesuaikan wilayah penyisiran untuk memperbesar peluang menemukan korban.
Meski sektor pencarian berubah, area di sekitar bangkai kapal tetap menjadi salah satu titik penting dalam operasi. Basarnas memperhitungkan kemungkinan adanya korban yang keluar dari badan kapal setelah pencarian sebelumnya dilakukan.
"Jadi, saya pastikan operasi tidak akan pernah sama, apalagi memang kita sudah menggunakan aplikasi," ujarnya.
Syafii juga menegaskan seluruh keputusan dalam operasi SAR memiliki dasar teknis dan hukum. Hal itu termasuk rencana untuk membalikkan kapal maupun mengangkat bangkai KM Virgo Transport 8.
Menurut dia, setiap langkah harus mempertimbangkan berbagai faktor agar operasi tetap aman dan sesuai prosedur.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Basarnas, kata Syafii, juga menjalani audit setiap tahun oleh International Maritime Organization (IMO). Karena itu, pelaksanaan operasi pencarian dipastikan mengacu pada ketentuan internasional dan dasar legalitas yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Bukan berarti kita mencoba untuk mengikuti segala macam informasi atau saran-saran. Apa yang kita lakukan pasti mengacu pada dasar-dasar legalitas yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum," katanya.
Halaman Selanjutnya
Basarnas turut mengimbau masyarakat dan keluarga korban memperoleh informasi perkembangan pencarian melalui sumber resmi Basarnas.

5 hours ago
4












