Rupiah Melemah ke Rp 17.702 di Tengah Harapan Pengelolaan Fiskal oleh Suahasil

5 hours ago 1

Rabu, 16 September 2026 - 09:07 WIB

Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 17.687 pada Selasa, 15 September 2026. Posisi rupiah itu melemah 52 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 17.635 pada perdagangan Senin, 14 September 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara perdagangan di pasar spot pada Rabu, 16 September 2026 hingga pukul 09.00 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.702 per dolar AS. Posisi itu melemah 8 poin atau 0,05 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.694 per dolar AS.

Ilustrasi hegemoni dolar AS

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pemerintah membutuhkan sosok yang mampu mengembalikan kepastian dan kredibilitas dalam pengelolaan fiskal, serta memanfaatkan anggaran negara guna mendorong pertumbuhan.

"Sosok yang cocok untuk mengganti posisi Purbaya Yudi Sadewa adalah Suhasil Nazara, sehingga beliau di lantik menjadi Menteri Keuangan yang baru. Penunjukannya akan memperkuat kepercayaan terhadap disiplin fiskal dan kerangka defisit di bawah 3 persen," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Rabu, 16 September 2026.

Namun, tantangan yang menunggu Suahasil sejatinya jauh lebih besar daripada sekadar menjaga angka defisit. Sebab, beliau harus mengelola APBN di tengah kebutuhan pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, membiayai program prioritas, menghadapi tekanan harga energi global, sekaligus mempertahankan kepercayaan investor terhadap kesehatan fiskal Indonesia. 

Pemerintah memiliki ambisi pertumbuhan cukup tinggi. Dalam RAPBN 2027, pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 6 persen, sementara belanja negara mencapai Rp 4.097,2 triliun. 

Pendapatan negara ditargetkan Rp 3.426 triliun, sehingga pembiayaan mencapai Rp 571,2 triliun dengan defisit 2,4 persen dari PDB. Angka-angka itu sebenarnya sudah menunjukkan dilema yang akan dihadapi Suahasil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di satu sisi, pemerintah ingin menggunakan APBN sebagai mesin pertumbuhan, sehingga belanja harus cukup besar untuk mendorong konsumsi, investasi, pembangunan infrastruktur, perlindungan sosial, serta berbagai program prioritas pemerintah.

Suhasil memang bukan wajah baru di Kementrian Keuangan. Beliau menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019, dan sebelumnya bekerja dekat dengan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan di tiga masa kepemimpinan presiden.

Halaman Selanjutnya

Sebagai teknokrat fiskal yang berpengalaman dari internal Kementerian Keuangan, pengangkatan Suahasil tidak terlalu banyak mengejutkan pasar. Suahasil sebagai pilihan yang menjamin kesinambungan dan kredibilitas.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |