VIVA – Kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret nama Betrand Peto Putra Onsu masih menjadi sorotan. Setelah laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) mencuat, pihak Betrand melalui tim kuasa hukumnya menyampaikan bantahan terhadap tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Polisi sendiri telah membenarkan adanya laporan tersebut, sementara proses hukum masih berjalan.
Kuasa hukum Betrand, Koko Joseph Irianto, juga mengungkap sejumlah hal yang menurut pihaknya perlu diperiksa lebih lanjut. Tim hukum tidak hanya mengandalkan keterangan Betrand, tetapi mengaku telah mendatangi lokasi kejadian, mencari keterangan saksi, hingga mengecek keberadaan kamera pengawas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dari penjelasan kuasa hukum, setidaknya ada 5 poin yang dianggap janggal dan masih dipertanyakan oleh pihak Betrand.
1. Dugaan Pelecehan Disebut Terjadi di Area yang Ramai
Salah satu hal yang menjadi sorotan tim hukum adalah lokasi dugaan pelecehan. Dalam keterangan yang disampaikan sebelumnya, peristiwa tersebut disebut terjadi di sekitar area toilet.
Menurut Koko, kondisi lokasi justru menjadi pertimbangan penting. Ia menyebut ruangan tersebut tidak kosong dan terdapat sejumlah orang di sekitar lokasi ketika peristiwa yang dipersoalkan itu diduga terjadi.
"Yang pertama dikatakan dalam presscon pelapor kemarin bahwa klien kami menarik tangan, menarik tangan dari pelapor dan dengan tegas untuk itu kami bantah bahwa hal tersebut tidak ada dan tidak benar. Lalu yang menjadi highlight di sini adalah dikatakan dalam presscon pelapor ada pelecehan di depan toilet,” ujar Koko Joseph Irianto, mengutip tayangan YouTube, Rabu 16 September 2026.
Koko kembali menegaskan bahwa pihaknya membantah tuduhan tersebut. Menurutnya, keberadaan sejumlah orang di sekitar lokasi menjadi salah satu hal yang perlu diperiksa dalam proses hukum.
2. Bantahan atas Tuduhan Kekerasan dan Pemaksaan
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Poin kedua berkaitan dengan tuduhan adanya kekerasan serta pemaksaan. Tim kuasa hukum Betrand menyatakan tidak menemukan dasar yang sesuai dengan tuduhan tersebut berdasarkan keterangan yang telah mereka kumpulkan.
“Kami juga membantah dengan tegas bahwa hal itu tidak ada dan tidak benar. Tidak pernah ada pelecehan seksual di depan toilet yang dilakukan oleh klien kami. Tidak ada niat sedikit pun dari klien kami juga untuk melakukan hal itu. Dan kami rasa juga dari saksi-saksi yang ada hal itu dirasa tidak mungkin karena di dalam ruangan tersebut terdapat banyak orang,” lanjutnya.
Halaman Selanjutnya
Selain membantah dugaan pelecehan, Koko juga secara tegas menepis adanya kekerasan maupun pemaksaan.

4 hours ago
1












