VIVA – Kementerian Haji dan Umrah memastikan kondisi jemaah yang terlibat kecelakaan bus di Madinah berangsur membaik. Insiden tersebut melibatkan jemaah kloter SUB-02 dan JKS-01 saat berada di Arab Saudi.
Seluruh korban yang mengalami luka ringan telah mendapatkan penanganan medis dan dalam proses pemulihan. Namun, satu jemaah atas nama Sri Sugihartini dari kloter SUB-02 masih menjalani perawatan intensif di RSAS Al Hayyat dan terus dipantau oleh petugas kesehatan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di sisi lain, petugas perlindungan jemaah bersama Ketua Sektor Madinah melakukan pemeriksaan terhadap pembimbing dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Nurul Haramain Probolinggo dan KBIHU Al Azhar Jakarta.
Hasil pendalaman menunjukkan bahwa kedua KBIHU tersebut menggelar kegiatan city tour di luar program resmi tanpa izin serta tanpa koordinasi dengan petugas sektor.
"Kami pastikan akan memberikan sanksi tegas kepada KBIHU yang melanggar ketentuan. Tak ada kompromi atas segala bentuk pelanggaran yang dapat membahayakan keselamatan dan ketertiban jemaah," kata Juru bicara Kemenaj Suci Annisa dalam keterangannya, Kamis, 30 April 2026.
Sebelumnya diberitakan bus rombongan jemaah haji Indonesia mengalami kecelakaan di Madinah, Arab Saudi, dalam perjalanan kembali dari city tour di Jabbal Magnet, pada Selasa, 28 April 2026. Sebanyak 10 orang jemaah dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.
Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Moh. Hasan Afandi mengatakan insiden kecelakaan bus yang melibatkan jemaah haji Indonesia di Madinah terjadi pada Selasa kemarin, pukul 10.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Kecelakaan tersebut melibatkan jemaah dari kelompok terbang SUB-02 dan JKS-01.
Berdasarkan laporan lapangan, sebanyak 7 jemaah JKS-01, 2 jemaah SUB-02, serta 1 pengurus Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) mengalami luka ringan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Seluruh jemaah yang terdampak telah mendapatkan penanganan medis dan pendampingan dari petugas. Saat ini, satu jemaah atas nama Sri Sugi Hartini (60) masih menjalani perawatan di RS Al Hayyat Madinah," kata Hasan dalam keterangan resmi Kemenhaj, Rabu, 29 April 2026.
Kemenhaj memastikan bahwa kondisi para jemaah terus dipantau secara intensif dan seluruh kebutuhan medis maupun logistik terpenuhi dengan baik. Pendampingan juga dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan jemaah selama masa pemulihan.
Halaman Selanjutnya
Lebih lanjut, Hasan menegaskan komitmen Kemenhaj dalam menjaga ketertiban dan kualitas layanan penyelenggaraan ibadah haji, termasuk terhadap peran KBIHU di lapangan. Ia menekankan pentingnya koordinasi aktif antara KBIHU dan petugas resmi pemerintah.

4 hours ago
3



























