VIVA – Debut balap sprint MotoGP yang sangat dinanti dari Toprak Razgatlioglu di seri Thailand 2026 tidak berjalan mulus. Juara dunia World Superbike itu harus mengakhiri lomba dengan crash di tikungan terakhir Sirkuit Buriram setelah bergulat dengan masalah engine braking sejak lap pertama.
Pebalap rookie MotoGP tersebut memulai sprint race dari baris ketujuh grid. Meski tak berada dalam posisi perebutan poin pada lomba 13 lap itu, Toprak sebenarnya tampil cukup stabil dengan terus membayangi rekan setimnya di Pramac, Jack Miller.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun drama terjadi menjelang akhir lomba. Pada lap ke-11, Toprak terjatuh di tikungan terakhir. Ia masih mampu melanjutkan balapan, tetapi hanya finis posisi ke-20, tepat di depan rider pengganti Gresini, Michele Pirro.
Usai balapan, Toprak mengungkap bahwa ia sudah merasakan gejala masalah sejak awal start. Ia menyebut persoalan engine brake pada motornya terasa berbeda dibandingkan biasanya, terutama di sektor tikungan terakhir yang akhirnya menjadi lokasi crash.
Ia menjelaskan awal lomba sebenarnya tidak buruk, terutama saat start. Tetapi di tikungan pertama ia sempat merasa ragu saat pengereman karena belum yakin kondisi rem karbon sudah berada di temperatur ideal atau belum. Rasa tidak percaya diri itu membuatnya lebih berhati-hati di fase awal lomba.
Setelah beberapa lap, Toprak mulai menemukan ritme dan mengikuti Miller dengan cukup nyaman. Ia bahkan mulai memahami sektor mana yang menjadi kekuatan dan kelemahannya dibanding sang rekan setim.
Masalah muncul konsisten setiap memasuki tikungan terakhir. Menurutnya, meski menggunakan mapping yang sama, sensasi engine brake terasa berbeda di area tersebut. Pada lap pertama ia bahkan hampir terjatuh karena roda depan sempat mengunci dua kali saat pengereman dan motornya melebar keluar racing line.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Toprak mengaku kemudian mencoba beradaptasi dengan setelan tersebut sepanjang lomba. Namun menjelang akhir, ketika ia berusaha mendekati Miller untuk mencoba menyalip, ia meningkatkan intensitas pengereman.
Ia mengatakan semuanya masih terasa normal sampai motor mulai direbahkan. Saat itulah ia kembali merasakan gejala penguncian awal pada roda depan. Masalah utama muncul ketika sudut kemiringan bertambah: roda belakang kembali mencengkeram terlalu cepat, membuat distribusi beban berubah mendadak dan akhirnya kehilangan grip depan.
Halaman Selanjutnya
Crash di tikungan terakhir itu pun tak terhindarkan, penutup pahit bagi debut sprint MotoGP yang sebelumnya berjalan cukup menjanjikan bagi juara WorldSBK tiga kali tersebut.

1 week ago
5











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
