Deretan Insiden KA Argo Bromo yang Mengguncang Indonesia

4 days ago 2

Selasa, 28 April 2026 - 00:03 WIB

Bekasi, VIVA – Sebagai layanan kereta api kasta tertinggi atau flagship milik PT Kereta Api Indonesia (Persero), KA Argo Bromo Anggrek selama ini identik dengan kecepatan, kemewahan, dan ketepatan waktu. Namun, di balik reputasinya sebagai "Raja Jalur Pantura", rangkaian ini tidak lepas dari catatan sejarah kelam.

Insiden hebat yang melibatkan Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Bekasi Timur pada Senin malam 27 April 2026 kembali menambah daftar panjang catatan keselamatan kereta legendaris ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikut adalah deretan insiden signifikan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dalam lintasan sejarah perkeretaapian Indonesia, hasil rangkuman VIVA:

Tragedi Maut Petarukan (Oktober 2010)

Evakuasi KA Senja Utama di Petarukan, Pemalang

Photo :

  • ANTARA/Oky Lukmansyah

Salah satu kecelakaan paling mematikan dalam sejarah transportasi rel Indonesia terjadi pada 2 Oktober 2010. Sekitar pukul 03.00 WIB, KA Argo Bromo Anggrek jurusan Gambir–Surabaya menabrak bagian belakang KA Senja Utama Semarang yang tengah berhenti di Stasiun Petarukan, Pemalang.

Benturan keras tersebut mengakibatkan 36 orang meninggal dunia. Investigasi KNKT saat itu menyimpulkan adanya faktor kelalaian manusia terkait kepatuhan terhadap sinyal, yang kemudian memicu modernisasi besar-besaran pada sistem persinyalan elektrik di jalur utara.

Insiden Perlintasan Sebidang Brebes (Desember 2001)

Pada masa awal operasionalnya, Argo Bromo Anggrek pernah terlibat kecelakaan fatal di Brebes pada 25 Desember 2001. Kereta menabrak bus PO Jaya yang tengah melintasi perlintasan sebidang. Belasan nyawa melayang dalam kejadian ini, yang mayoritas merupakan penumpang bus. Insiden ini menjadi titik balik bagi regulator untuk mulai memperketat penjagaan serta menutup perlintasan sebidang liar di sepanjang jalur cepat Jakarta–Surabaya.

Kerusakan Sarana di Gubug (Mei 2017)

Kecepatan tinggi Argo Bromo Anggrek juga membawa risiko besar saat berhadapan dengan kendaraan di jalur rel. Pada 20 Mei 2017, di wilayah Gubug, Grobogan, rangkaian ini menghantam sebuah mobil hingga terseret jauh dan terbakar hebat. Empat orang di dalam mobil meninggal dunia dalam seketika.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anjlokan Massal di Pegaden Baru (Agustus 2025)

Tepat setahun sebelum insiden Bekasi Timur, Argo Bromo Anggrek sempat mengalami gangguan serius pada sarana teknisnya. Pada 1 Agustus 2025, lima gerbong rangkaian ini anjlok di emplasemen Stasiun Pegaden Baru, Subang. Meski tidak memakan korban jiwa, insiden ini memicu audit besar-besaran terhadap gerbong Stainless Steel New Generation produksi PT INKA.

Halaman Selanjutnya

Tabrakan Bekasi Timur (April 2026)

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |