Jakarta, VIVA – Momen libur Lebaran selalu identik dengan ramainya restoran dan meningkatnya selera masyarakat untuk menikmati hidangan spesial bersama keluarga. Dari menu tradisional hingga sajian kekinian, semuanya menjadi incaran. Namun di balik suasana hangat tersebut, pelaku usaha kuliner justru dihadapkan pada tantangan yang tidak sederhana.
Lonjakan pengunjung yang terjadi dalam waktu singkat seringkali beriringan dengan fluktuasi harga bahan baku di pasar. Belum lagi, tidak sedikit pemasok yang ikut libur selama periode Lebaran, membuat distribusi bahan makanan menjadi terbatas. Situasi ini menuntut pelaku usaha untuk lebih cermat dalam mengelola stok agar operasional tetap berjalan lancar. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bagi restoran, menjaga ketersediaan bahan baku bukan hanya soal memenuhi permintaan, tetapi juga mempertahankan kualitas dan konsistensi rasa. Menu andalan seperti rendang, ayam pop, atau gulai kepala ikan, misalnya, membutuhkan bahan baku yang tidak selalu mudah didapatkan dalam kondisi tertentu. Ketika stok terganggu, pengalaman pelanggan pun ikut terpengaruh.
Karena itu, perencanaan menjadi kunci utama. Banyak pelaku usaha kini mulai mengandalkan data penjualan sebelumnya untuk memprediksi kebutuhan selama periode ramai. Dengan perhitungan yang lebih matang, risiko kehabisan bahan atau pemborosan dapat ditekan.
Di sisi lain, perkembangan teknologi juga mulai memainkan peran penting dalam membantu operasional restoran. Sistem digital yang mampu memantau stok secara real-time dinilai dapat mempermudah pemilik usaha dalam mengambil keputusan, terutama saat menghadapi situasi dinamis seperti musim liburan panjang.
Salah satu pelaku usaha kuliner, Sari Ratu Kitchen, merasakan langsung pentingnya pengelolaan stok yang tepat. Bagi mereka, menjaga keaslian rasa di tengah keterbatasan pasokan menjadi prioritas utama.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Menjaga ketersediaan menu autentik kami seperti Ayam Pop, Rendang dan Gulai Kepala Ikan adalah prioritas utama, terlepas dari tantangan fluktuasi harga bahan baku maupun kendala rantai pemasok,” ujar Inna Rossaria Auwines, Director of Sari Ratu Kitchen, dalam keterangannya, dikutip Rabu 25 Maret 2026.
Di sisi lain, perkembangan teknologi juga mulai memainkan peran penting dalam membantu operasional restoran, terutama dalam menghadapi lonjakan permintaan yang sulit diprediksi.
Halaman Selanjutnya
“Point of Sale (POS) kami dirancang untuk membantu bisnis F&B mengelola operasional secara terintegrasi, termasuk memudahkan manajemen stok bahan baku melalui sinkronisasi data dari dapur hingga kasir,” jelas Grace Sunarjo, Chief of Revenue OttoDigital Group.

7 hours ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
