Bali, VIVA – Ajang perfilman internasional kembali menyapa Indonesia melalui Bali International Film Festival atau yang dikenal sebagai Balinale. Memasuki edisi ke-19 pada tahun 2026, festival ini semakin menegaskan perannya sebagai salah satu panggung penting bagi sineas dunia dan Indonesia.
Berikut lima fakta menarik yang membuat Balinale layak mendapat sorotan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
1. Prelude Eksklusif di Kawasan Sanur
Menjelang penyelenggaraan utama, Balinale menghadirkan acara pembuka bertajuk Road to Balinale 2026 yang digelar di The Meru Sanur. Acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan pertemuan hangat antara komunitas lokal, pelaku industri kreatif, hingga tamu undangan dari berbagai sektor.
Dengan latar tepi laut Sanur, momen ini menjadi pengantar atmosfer festival yang intim sekaligus berkelas.
2. Festival Film Bertaraf Oscar Qualifying
Balinale mencatat sejarah sebagai festival film pertama di Indonesia yang menyandang status Academy Award® Qualifying Festival. Status ini membuka peluang bagi sineas, khususnya dalam kategori film pendek, untuk melangkah lebih jauh ke ajang penghargaan dunia seperti Academy Awards. Pencapaian ini menempatkan Balinale dalam peta festival internasional bergengsi.
3. Partisipasi Global yang Semakin Luas
Pada edisi 2026, lebih dari 1.300 karya film dari berbagai negara telah masuk seleksi. Dari jumlah tersebut, sekitar 100 film dari 35 negara akan ditayangkan, termasuk puluhan penayangan perdana dunia dan internasional.
Keragaman ini memperlihatkan bagaimana Balinale menjadi ruang pertemuan berbagai perspektif budaya melalui medium sinema.
4. Dukungan Kuat untuk Sineas Indonesia
Selain menghadirkan film internasional, Balinale juga aktif mendorong perkembangan perfilman nasional. Salah satu bentuknya adalah kategori penghargaan baru “Best Indonesian Short ‘Tapestry of Indonesia’”.
Kehadiran kategori ini menjadi bukti komitmen festival dalam mengangkat karya sineas lokal sekaligus memperluas eksposur mereka ke kancah global.
5. Lebih dari Sekadar Festival Film
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Balinale tidak hanya menyuguhkan pemutaran film, tetapi juga program pengembangan talenta seperti kolaborasi dengan The Juilliard School melalui sesi Art of the Score. Direktur program tersebut, Dr. Edward Bilous, dijadwalkan turut berpartisipasi, memperkaya pengalaman festival dengan wawasan kreatif lintas disiplin.
“Balinale selalu lebih dari sekedar pemutaran film. Ini adalah ruang untuk membangun koneksi - antarbudaya, antarkomunitas, dan antara manusia dengan cerita yang bermakna. Melalui Road to Balinale 2026, kami dengan senang hati memulai perjalanan ini di Sanur, sebuah tempat dengan kehangatan, karakter, dan semangat komunitas yang kuat. Menjelang edisi ke-19 Balinale pada Juni mendatang, kami berharap acara ini dapat memberikan gambaran awal tentang semangat festival sekaligus mengajak Sanur menjadi bagian dari perjalanan ini," ujar Pendiri sekaligus Festival Director Balinale, Deborah Gabinetti.

9 hours ago
2





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3064552/original/005518800_1583060624-zohre-nemati-6sNQftdA3Zs-unsplash.jpg)



