Jakarta, VIVA – Buka puasa identik dengan takjil manis dan gorengan hangat yang menggoda. Mulai dari bakwan, risoles, hingga tahu isi, menu ini hampir selalu hadir di meja saat adzan magrib berkumandang. Namun, kebiasaan berbuka puasa dengan gorengan setiap hari ternyata bisa membawa dampak kesehatan yang tidak boleh diabaikan.
Fenomena ini bahkan semakin sering terjadi saat Ramadhan. Banyak orang justru meningkatkan konsumsi gorengan dibanding bulan-bulan biasa. Hal ini disoroti oleh Dokter Tirta yang mengingatkan bahwa pola makan selama puasa tetap harus dijaga.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menyoroti kebiasaan masyarakat yang tanpa sadar memperbanyak konsumsi gorengan saat Ramadhan. Menurutnya, gorengan sebenarnya tidak langsung berbahaya jika dikonsumsi sesekali. Masalah muncul ketika frekuensinya berlebihan dan minyak yang digunakan tidak lagi layak pakai.
“Gorengan tuh sekali-sekali nggak apa-apa sih sebenarnya. Jadi nggak langsung kita makan gorengan wafat gitu. Cuman yang bahaya tuh sebenarnya karena minyak tuh digunakan berkali-kali sampai hitam,” kata Dokter Tirta yang dikutip dari tayangan YouTube pada Kamis, 26 Februari 2026.
Minyak yang dipakai berulang kali hingga berubah warna menjadi lebih gelap berpotensi mengandung lemak trans dalam jumlah tinggi. Lemak jenis ini berbeda dengan lemak jenuh alami yang terdapat pada daging.
“Jadi lemak tuh ada dua lemak jenuh sama lemak trans. Lemak jenuh itu ada di daging sapi, kambing dan itu bagus. Nah, lemak trans ini adalah lemak yang ciri khasnya adalah dia tuh dari kelapa sawit ke pengolahan. Kalau sekali nggak apa-apa. Tapi kalau berkali-kali dia ngebuat kriuknya tuh jadi lama,” katanya lagi menjelaskan.
Lemak trans inilah yang menjadi perhatian utama. Konsumsi berlebihan dapat berdampak pada kesehatan pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Bahannya lemak trans adalah kalau terlalu banyak dia membuat pembuluh darah itu jadi ada sumbatannya. Dan pembuluh darah kita tuh kan nggak tahu ini banyak banget sumbatannya ada di mana. Wallahualam,” jelasnya lagi.
Ia menekankan pentingnya mengatur frekuensi konsumsi gorengan, bukan melarang sepenuhnya. Menurutnya, pola makan yang seimbang selama Ramadan tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan.
Halaman Selanjutnya
“Nah, itu yang kita nggak bisa kontrol kan. Kalau makan gorengannya misalkan empat sekali-sekali oke lah sekali seminggu bosan atau 4 hari sekali. Nah, kalau tiap hari itu bisa dipastikan di hari ke-30 dia makan sate kambing tensinya naik terus yang disalahin kambingnya pasti,” tandasnya.

2 weeks ago
4











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
