Jakarta, VIVA – Banyak orang berpikir semakin banyak makan saat sahur, maka semakin kuat pula menjalani puasa seharian. Logikanya sederhana, perut diisi penuh agar tidak cepat lapar. Tapi benarkah cara ini efektif? Dokter Tirta memberikan penjelasan yang cukup mengejutkan.
Benarkah pada saat sahur makan dengan porsi yang besar itu bisa mencegah rasa lapar sepanjang hari? Ini penjelasan lengkapnya. Disebut Dokter Tirta bahwa itu justru bisa menyebabkan mual, muntah, bahkan sampai gerd.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Karena lambungmu tuh segini (kecil), Bro. Terus dikasih makanan nyaris full. Itu (bisa) tahan tapi gerd,” kata Dokter Tirta yang dikutip dari YouTube pada Jumat, 27 Februari 2026.
Artinya, kapasitas lambung manusia sebenarnya terbatas. Ketika dipaksa menerima makanan dalam jumlah besar sekaligus, lambung akan bekerja lebih keras. Akibatnya, asam lambung bisa naik dan memicu rasa tidak nyaman seperti mual, perut begah, hingga gejala GERD (gastroesophageal reflux disease).
Alih-alih membuat kenyang lebih lama, makan berlebihan saat sahur justru bisa membuat tubuh tidak nyaman sepanjang hari. Perut terasa penuh, dada panas, bahkan bisa memicu muntah. Kondisi ini tentu mengganggu ibadah puasa.
Dokter Tirta pun menyarankan agar sahur dilakukan dengan porsi yang cukup, bukan berlebihan. I
“Makan secukupnya. Tubuh itu bisa bertahan bahkan tanpa makan selama 4 hari. Tapi kalau nggak minum itu berat. Karena 2/3 komposisi tubuh manusia tersusun dari air. Jadi kamu kalau sahur secukupnya tuh bisa hidup. Nggak akan kurus,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar tidak menjadikan Ramadan sebagai ajang “balas dendam” makan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Dan jangan gunakan ini sebagai event balas dendam makan. Sahur makan dikit, oke buka puasanya (banyak),” tandasnya.
Makan banyak saat sahur tidak menjamin tahan lapar seharian. Justru makan secukupnya, memilih makanan bernutrisi, dan menjaga hidrasi adalah kunci agar puasa tetap nyaman dan tubuh tetap sehat.
Dokter Tirta Jelaskan Efek Berbuka Puasa Selalu Pakai Gorengan, Ini Risikonya!
Apa efek berbuka puasa selalu pakai gorengan? Simak penjelasan Dokter Tirta soal lemak trans, minyak jelantah, dan risiko kesehatanyang ada di baliknya selama Ramadhan.
VIVA.co.id
26 Februari 2026

6 hours ago
1










:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5488987/original/040536100_1769773426-Nobel.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1773618/original/083337700_1510914819-20150922_malaysiaflag_afp.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470656/original/014155400_1768213817-jajanan_sehat__3_.jpg)
