New York, VIVA – Industri otomotif terus mengembangkan teknologi keselamatan yang semakin canggih. Airbag kini lebih pintar, struktur bodi makin kuat, dan sabuk pengaman mampu bekerja lebih efektif dibanding beberapa dekade lalu. Namun di balik kemajuan tersebut, ada satu fakta yang mulai menjadi sorotan para peneliti.
Sebuah studi terbaru dari Graz University of Technology, Austria, menemukan bahwa perempuan masih menghadapi risiko cedera yang lebih tinggi saat mengalami kecelakaan mobil dibanding pria. Ironisnya, hal itu terjadi meski kendaraan modern telah dibekali berbagai fitur keselamatan mutakhir.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Penelitian yang menganalisis data kecelakaan sepanjang 2012 hingga 2024 tersebut menunjukkan bahwa wanita memiliki risiko cedera sekitar 60 persen lebih tinggi dibanding pria dalam tabrakan kendaraan.
Temuan itu bukan berarti teknologi keselamatan modern gagal bekerja. Masalah utamanya justru berasal dari proses pengembangan sistem keselamatan yang selama puluhan tahun lebih banyak menggunakan referensi tubuh pria sebagai standar.
Mulai dari posisi duduk ideal, sabuk pengaman, airbag hingga pengujian tabrak atau crash test, sebagian besar dirancang berdasarkan karakteristik tubuh pria dewasa dengan ukuran rata-rata.
Akibatnya, perlindungan yang diberikan kendaraan tidak selalu bekerja optimal ketika digunakan oleh perempuan yang memiliki struktur tubuh berbeda.
Perbedaan tersebut tidak hanya soal tinggi badan atau berat tubuh. Peneliti menemukan bahwa bentuk panggul, struktur dada, geometri bahu, hingga pergerakan tulang belakang perempuan dapat memengaruhi respons tubuh saat terjadi benturan.
Karena itu, pola cedera yang dialami wanita juga berbeda. Risiko cedera serius pada area dada, tulang belakang, lengan, dan kaki cenderung lebih tinggi dibanding pria.
Disadur VIVA Otomotif dari Carscoops, Senin 1 Juni 2026, kelompok yang paling rentan adalah perempuan lanjut usia. Seiring bertambahnya usia, kepadatan tulang dan kekuatan otot menurun sehingga dampak benturan bisa menjadi lebih serius.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Masalah lain yang ditemukan dalam penelitian tersebut adalah penggunaan dummy atau boneka uji tabrak. Selama bertahun-tahun industri otomotif menggunakan dummy perempuan yang pada dasarnya hanya merupakan versi lebih kecil dari dummy pria.
Padahal, para peneliti menilai perempuan bukan sekadar pria dengan ukuran tubuh lebih kecil. Ada banyak karakteristik anatomi yang berbeda dan berpengaruh langsung terhadap tingkat cedera saat kecelakaan.
Halaman Selanjutnya
Perubahan mulai terlihat di Amerika Serikat. Pemerintah setempat telah memperkenalkan dummy generasi baru bernama THOR-05F yang dirancang khusus berdasarkan anatomi perempuan yang lebih realistis.

1 week ago
3














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)