Jakarta, VIVA – PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) berupaya memperkuat ekspansi bisnis setelah membukukan kinerja keuangan negatif sepanjang tahun buku 2025 karena cuaca buruk yang mengganggu operasional. Perseroan menyampaikann berhasil mengamankan tiga kontrak baru di Indonesia dan Australia sepanjang tahun 2025 hingga awal tahun 2026.
Direktur BUMA International Group, Iwan Fuad Salim, mengatakan bahwa fondasi operasional yang lebih kuat dan basis kontrak yang lebih terjamin memasuki tahun ini. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika industri tambang global.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Prioritas kami jelas: mendorong keunggulan operasional, menjaga disiplin biaya dan belanja modal, memperkuat pengelolaan kas, serta mewujudkan pemulihan menjadi kinerja keuangan yang konsisten,” tegas Iwan dikutip dari keterbukaan informasi, Senin, 30 Maret 2026.
Salah satu kontrak strategis berasal dari kerja sama jangka panjang dengan PT Adaro Indonesia di Tambang Tutupan Selatan hingga Desember 2030 sekaligus memperpanjang kemitraan yang terjalin lebih dari dua dekade. Dalam proyek yang diteken setelah penutupan tahun buku 2025 ini, BUMA akan menangani sekitar 239 juta bank cubic meters (MBCM) overburden removal serta produksi batu bara sebesar 44 juta ton.
Pada tahun 2025, BUMA Australia memperoleh perpanjangan kontrak
sekitar 740 juta dolar Australia atau sekitar Rp 8,63 triliun (estimasi kurs Rp 11.670 per AUD) di Blackwater Mine hingga Juni 2030. Kemudian, perseroan juga berhasil memperpanjang kontrak di Goonyella Riverside Mine hingga September 2027.
Tak hanya mengandalkan bisnis jasa pertambangan, BUMA juga terus mempercepat strategi diversifikasi portofolio. Perseroan tercatat memiliki 22,60 persen saham di 29Metals, perusahaan tambang berbasis di Australia yang fokus pada komoditas tembaga dengan eksposur tambahan pada seng, emas, dan perak.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain itu, Buma juga menguasai 71 persen saham Atlantic Carbon Group Inc., produsen antrasit ultra-high-grade yang mengoperasikan tiga tambang aktif di Pennsylvania, Amerika Serikat (AS). Kinerja operasional entitas ini disebut terus menunjukkan stabilitas yang semakin baik.
Di dalam negeri, BUMA turut memperkuat eksposur di sektor tembaga melalui kepemilikan 44,15 persen saham di Asiamet Resources Limited. Perseroan mengembangkan proyek BKM Copper di Indonesia, yang memiliki kadar tembaga tinggi dengan estimasi umur tambang lebih dari 10 tahun.
Halaman Selanjutnya
Berdasarkan laporan keuangan hingga 31 Desember 2025, pendapatan BUMA tercatat sebesar US$1,48 miliar atau sekitar Rp 25,17 triliun (estimasi kurs Rp 17.010 per dolar AS). Angka ini mencerminkan penurunan sebesar 16 persen secara secara year on year (yoy).

6 hours ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

