Gelombang Panas Picu Badai Petir di Bangladesh, 14 Orang Tewas

4 days ago 2

Senin, 27 April 2026 - 20:30 WIB

VIVA – Sedikitnya 14 orang dilaporkan tewas akibat sambaran petir di berbagai wilayah Bangladesh pada Minggu, 26 April 2026, ketika badai petir melanda sejumlah distrik setelah negara itu diguyur gelombang panas berkepanjangan, menurut keterangan polisi dan laporan media lokal.

Korban jiwa tercatat di tujuh distrik. Lima di antaranya terjadi di distrik Gaibandha, wilayah utara Bangladesh. “Lima orang, termasuk dua anak, meninggal akibat sambaran petir di distrik Gaibandha,” kata Muhammad Rakib, petugas polisi di ruang kendali distrik, kepada Anadolu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Insiden serupa juga terjadi di sejumlah distrik lain. Dua orang tewas di Thakurgaon, dua orang di Sirajganj pada hari pertama badai musim ini, serta dua orang di Jamalpur. Sementara itu, masing-masing satu korban jiwa dilaporkan di Panchagarh, Natore, dan Bogra, sebagaimana dilaporkan surat kabar Prothom Alo.

Departemen Meteorologi Bangladesh menyatakan hujan yang turun secara terisolasi diperkirakan masih akan berlanjut di beberapa wilayah dalam beberapa hari ke depan. Curah hujan ini dinilai dapat membantu meredakan gelombang panas yang telah melanda sebagian besar wilayah negara itu selama beberapa pekan terakhir.

Setelah lebih dari sepekan menghadapi suhu terik, hujan disertai petir dilaporkan turun di ibu kota Dhaka serta di wilayah Rangpur, Mymensingh, dan Sylhet pada hari yang sama.

Forum Selamatkan Masyarakat dan Kesadaran Badai Petir, sebuah organisasi sukarelawan yang fokus pada edukasi bahaya petir, mencatat sebanyak 330 orang meninggal akibat sambaran petir di Bangladesh sepanjang tahun lalu.

Presiden organisasi tersebut, Kabirul Bashar, yang juga profesor di Universitas Jahangirnagar, menyebut sebagian besar korban merupakan petani yang bekerja di area terbuka tanpa perlindungan memadai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Petani harus mengenakan perlengkapan keselamatan, termasuk sepatu bot plastik atau sepatu bot karet panjang saat bekerja di ladang pertanian, terutama selama musim panas dan musim hujan. Kurangnya kesadaran adalah alasan utama di balik banyaknya korban jiwa setiap tahunnya,” ujarnya kepada Anadolu.

Data Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan rata-rata sekitar 300 orang meninggal setiap tahun akibat sambaran petir di Bangladesh, dengan mayoritas kasus terjadi pada periode April hingga Juni.

Halaman Selanjutnya

Sejak tahun lalu, Departemen Meteorologi Bangladesh juga telah rutin mengeluarkan peringatan petir menyusul tren peningkatan korban jiwa akibat fenomena cuaca ekstrem tersebut.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |