Jakarta, VIVA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menyebut Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menghubungi Presiden Prabowo Subianto pada Senin malam, 27 April 2026, usai meninjau langsung lokasi kecelakaan KRL Commuter Line dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Melalui sambungan telepon, Dasco kepada Presiden langsung menyampaikan situasi korban dan adanya aspirasi terkait pembangunan jembatan layang (flyover) di perlintasan kereta api dan pos penjagaan, serta kondisi sarana perkeretaapian seperti minimnya palang pintu perlintasan kereta api.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dasco juga menyampaikan upaya penyelesaian masalah jangka panjang dengan mengusulkan percepatan pembangunan flyover Bulak Kapal di Bekasi yang sebelumnya terhambat anggaran. Dasco disebut sudah menyampaikan hal tersebut dan disetujui Presiden Prabowo.
Menurut Pras, Dasco langsung menyampaikan aspirasi yang diterima Pimpinan DPR RI kepada Presiden RI. Sehingga, Presiden langsung merespon cepat dengan menjenguk korban kecelakaan kereta api di RSUD Kota Bekasi, serta respon cepat pemerintah yang langsung menyiapkan anggaran Rp 4 triliun untuk perbaiki 1.800 Perlintasan Kereta di Pulau Jawa.
“Wakil Ketua DPR RI, Pak Dasco langsung menghubungi bapak Presiden pada malam adanya insiden kecelakaan KA di Bekasi. Dari hasil komunikasi tersebut, akhirnya Bapak Presiden langsung meninjau korban dan menyiapkan anggaran perbaikan sarana perkeretaapian,” kata Pras melalui keterangannya pada Kamis, 30 April 2026.
Kata Pras, Presiden Prabowo sudah memberikan arahan langsung agar korban kecelakaan kereta di Bekasi ditangani maksimal. Selain itu, lanjut dia, Presiden Prabowo juga menyoroti aspek teknologi serta kondisi sarana perkeretaapian dan dipikirkan langkah antisipasi sehingga hal seperti itu tidak terjadi lagi.
Sebelumnya, pemerintah memastikan proyek pembangunan jembatan layang (flyover) di perlintasan kereta api akan dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Ada sekitar 1.800 titik lintasan seperti ini, saya kira sejak zaman Belanda, dan saya sudah perintahkan segera diperbaiki semua,” ujar Prabowo di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi pada Selasa, 28 April 2026.
Prabowo menuturkan, pemerintah tengah menyiapkan langkah perbaikan menyeluruh, termasuk opsi penambahan penjagaan maupun sistem pengamanan lainnya di setiap titik rawan. Bentuknya bisa pos jaga atau lainnya, kata Prabowo, pelaksanaannya akan ditentukan.
Halaman Selanjutnya
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran besar yang difokuskan pada peningkatan keselamatan transportasi perkeretaapian.

8 hours ago
2



























