Gus Lilur: NU Adalah Fondasi Republik Ini

1 hour ago 2

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:17 WIB

Jakarta, VIVA – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur mengungkapkan dinamika internal Nahdlatul Ulama (NU) kian menghangat jelang Muktamar ke-35 yang akan digelar pada Agustus 2026 mendatang.

Ia menilai sejumlah manuver mulai terlihat, baik dalam bentuk pencalonan diri maupun pengusungan figur tertentu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang menarik, pola kontestasi kali ini semakin terang dibaca dalam format berpasangan, yakni antara calon Ketua Umum dan calon Rais Aam. Karena itu, tidak berlebihan jika kita menyebutnya sebagai 'paslon'," kata Gus Lilur dalam keterangan tertulis, Jumat, 1 Mei 2026.

Ia menjelaskan secara normatif, Rais Aam dipilih melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Akan tetapi, dalam realitas politik internal, komposisi AHWA tidak sepenuhnya steril.

"Saya mencermati dari dekat percaturan para aktor utama dalam Muktamar ke-35 ini. Dari hasil pencermatan tersebut, dinamika di lapangan saat ini dapat dibaca," katanya.

Ia menjelaskan, ada calon Ketua Umum petahana, Yahya Cholil Staquf. Gus Lilur mengatakan Gus Yahya sedang mencari pasangan untuk posisi Rais Aam yang dapat memperkuat basis dukungan sekaligus memperluas legitimasi.

"Kedua, Rais Aam petahana, Miftachul Akhyar. Ia berada dalam konfigurasi bersama Sekretaris Jenderal petahana, Saifullah Yusuf. Pada tahap ini, keduanya tengah mencari figur yang akan diusung sebagai calon Ketua Umum," katanya.

Ketiga, kata dia, muncul figur yang disokong oleh kekuatan penguasa, yakni Menteri Agama Nazaruddin Umar. Saat ini ia dalam proses mencari pasangan untuk posisi Rais Aam.

Keempat, terdapat poros yang disokong oleh jaringan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan IKA PMII. 

Dalam kelompok ini masih berlangsung kontestasi internal di antara sejumlah nama, yaitu KH. Abdussalam Shohib atau Gus Sslam, KH. Yusuf Chudhori, KH. Imam Jazuli, dan KH. Abdul Ghoffar Rozin. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kelima, kekuatan yang disokong oleh jejaring PWNU Jawa Timur, yang mendorong figur KH Abdul Hakim Mahfuz. Pada posisi saat ini, poros ini masih dalam tahap mencari pasangan untuk posisi Rais Aam.

Keenam, muncul pula calon alternatif yang juga berakar pada jejaring NU Jawa Timur, yaitu KH Marzuki Mustamar.

Halaman Selanjutnya

"Secara garis besar, jaringan PKB-IKA PMII diperkirakan memiliki sekitar 250 suara secara nasional. Sementara itu, jaringan yang beririsan dengan Kementerian Agama memiliki sekitar 130 suara," ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |