Gus Yahya Desak Prabowo Manfaatkan Board of Peace untuk Damaikan AS-Iran

5 days ago 4

Jumat, 6 Maret 2026 - 00:03 WIB

Jakarta, VIVA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mendorong Presiden RI Prabowo Subianto memanfaatkan Board of Peace (BoP) untuk menciptakan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

"Ya kita cari caranya, manfaatkan BoP untuk upaya perdamaian itu. Apapun yang sudah ada di tangan ini mari kita gunakan," kata Gus Yahya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis, 5 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gus Yahya menuturkan, saat ini tidak ada pilihan lain selain menghentikan perang.

"Karena kalau ndak begitu, tidak ada yang selamat. Tidak ada yang selamat. Kita harus berhenti, kekerasan ini harus kita hentikan segera dengan cara apa pun yang mungkin," tutur dia.

Maka dari itu, dia pun mendorong pemerintah untuk mencari celah untuk memanfaatkan keanggotan dalam Board of Peace dalam mewujudkan perdamaian.

"Jangan ada yang walaupun kelihatannya lemah, lalu sesuatu yang sebetulnya bisa digunakan kita buang, ndak begitu caranya. Kita gunakan apa pun karena kepentingan untuk perdamaian itu absolut," pungkas Gus Yahya.

Sebelumnya diberitakan, mantan Menteri Luar Negeri (Menlu), Hassan Wirajuda mengatakan Presiden RI Prabowo Subianto akan mengevaluasi keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) menyusul eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.

Eks Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda

Photo :

  • Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Hal itu disampaikan Hassan usai menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo dan mantan presiden-wakil presiden di Istana Merdeka, Jakarta Pusat pada Selasa, 3 Maret 2026 malam.

Hassan menyebut evaluasi terhadap keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace diperlukan mengingat dinamika situasi di lapangan terus berkembang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah akan mempertimbangkan sejumlah aspek, termasuk komitmen pendanaan serta pengiriman pasukan Indonesia yang selama ini disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam misi tersebut.

"Keputusan kan belum. Pasti beliau akan mengevaluasi dan mengambil keputusan yang tepat pada waktunya," kata Hassan, dikutip dari ANTARA, Rabu, 4 Maret 2026.

 Kapal induk USS Abraham Lincoln Angkatan Laut Amerika Serikat

AS Revisi Lagi Batas Waktu Operasi Militer ke Iran Jadi 100 Hari, Ada Apa?

Belakangan, AS merevisi batas waktu operasi militer ke Iran dan mempertimbangkan operasi militer dapat berlangsung setidaknya 100 hari atau hingga September

img_title

VIVA.co.id

6 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |