VIVA – Raisa terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu penyanyi ternama di Tanah Air. Kali ini, kembali hadir dengan karya yang berbeda dari biasanya. Sang penyanyi kembali merilis karya terbaru berjudul Cahaya Hati.
Lagu ini tak hanya mengangkat tema tentang ketangguhan dan harapan dalam menghadapi perjalanan hidup, tetapi juga menghadirkan aransemen yang memadukan musik pop dengan tujuh alat musik tradisional Indonesia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kolaborasi lintas musisi dan sentuhan budaya Nusantara menjadi salah satu hal yang membuat lagu ini memiliki karakter berbeda. Berikut fakta-fakta menarik di balik lagu terbarunya tersebut.
1. Mengangkat Kisah Tentang Bangkit dari Masa Sulit
Berbeda dari lagu pop pada umumnya, Cahaya Hati lahir sebagai refleksi perjalanan hidup seseorang ketika menghadapi berbagai ujian.
Lagu ini mengajak pendengar untuk tetap percaya bahwa setiap tantangan selalu membawa pelajaran dan harapan baru. Pesannya menekankan pentingnya saling menguatkan, menjaga optimisme, serta terus melangkah meski keadaan tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Semangat tersebut menjadi benang merah yang terasa sejak awal hingga akhir lagu.
2. Aransemen Dibuat Menggunakan Tujuh Alat Musik Tradisional
Salah satu daya tarik terbesar dari lagu yang dipersembahkan oleh karya terbaru persembahan iForte dan Protelindo Group ini terletak pada komposisi musiknya. Produser sekaligus penata musik Eross Candra memadukan unsur pop modern dengan permainan tujuh instrumen tradisional Indonesia, yakni Fu, Sape, Siter Jawa, Kendang Jawa, Kendang Sunda, Rebab Jawa, dan Dol.
Kolaborasi tersebut membuat lagu terdengar lebih kaya secara musikal sekaligus menghadirkan identitas Indonesia yang kuat. Perpaduan bunyi alat musik tradisional dengan gitar elektrik, piano, dan paduan suara menghasilkan nuansa emosional yang terasa megah namun tetap hangat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
3. Dikerjakan Banyak Musisi Lintas Generasi
Tak hanya Raisa dan Eross Candra, proyek musik ini juga melibatkan sederet seniman ternama dari berbagai bidang. Di antaranya ada gitaris Joey Penny, pechanting Nusantara Yuyun Arfah, pianis Elwin Hendrijanto, Batavia Madrigal Singers di bawah arahan konduktor Avip Priatna, hingga kelompok musisi tradisional yang dipimpin Dunung Basuki.
Halaman Selanjutnya
Kolaborasi lintas generasi tersebut menjadi simbol keberagaman sekaligus menunjukkan bahwa musik tradisional dapat berpadu harmonis dengan sentuhan modern.

12 hours ago
3











