Hati-hati dalam Bersikap, Ini 5 Perbuatan yang Bisa Menghilangkan Pahala Puasa Ramadhan

5 days ago 4

Jumat, 6 Maret 2026 - 08:05 WIB

VIVA – Bulan Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh kemuliaan, keberkahan, dan ampunan dari Allah SWT. Pada bulan inilah umat Islam berlomba-lomba memperbanyak ibadah, mulai dari puasa, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak sedekah dan doa.

Namun, dalam kenyataannya, tidak semua orang yang berpuasa mendapatkan pahala dari ibadah tersebut. Ada sebagian orang yang hanya merasakan lapar dan dahaga tanpa memperoleh ganjaran spiritual dari puasanya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengapa demikian? Berikut penjelasannya, sebagaimana dirangkum dari NU Online, Jumat, 6 Maret 2026.

Rasulullah SAW mengingatkan hal tersebut dalam sebuah hadits berikut:

كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْع وَالْعَطْش

Artinya: “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan sesuatu dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR An-Nasa’i).

Hal ini bisa terjadi karena seseorang melakukan perbuatan-perbuatan yang merusak nilai ibadah puasa. Dalam sebuah hadits disebutkan terdapat lima perbuatan yang dapat menghilangkan pahala puasa.

خمسٌ يُفطِرن الصّائِم: الغِيبةُ، والنّمِيمةُ، والكذِبُ، والنّظرُ بِالشّهوةِ، واليمِينُ الكاذِبةُ

Artinya: “Lima hal yang bisa membatalkan pahala orang berpuasa: membicarakan orang lain, mengadu domba, berbohong, melihat dengan syahwat, dan sumpah palsu.” (HR Ad-Dailami).

Berikut lima perbuatan yang perlu dihindari agar pahala puasa tetap terjaga.

1. Berbohong atau Berdusta

Berbohong merupakan perbuatan yang sangat dilarang dalam Islam. Kebohongan tidak hanya merusak hubungan antar manusia, tetapi juga menghilangkan keberkahan dalam ibadah.

Rasulullah SAW mengingatkan bahaya kebohongan dalam hadits berikut:

عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا وَعَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا

Dari Abu Wail dari Abdullah ia berkata, “Rasulullah Saw bersabda: “Jauhilah kebohongan, sebab kebohongan menggiring kepada keburukan, dan keburukan akan menggiring kepada neraka. Dan sungguh, jika seseorang berbohong dan terbiasa dalam kebohongan hingga di sisi Allah ia akan ditulis sebagai seorang pembohong. Dan hendaklah kalian jujur, sebab jujur menggiring kepada kebaikan, dan kebaikan akan menggiring kepada surga. Dan sungguh, jika seseorang berlaku jujur dan terbiasa dalam kejujuran hingga di sisi Allah ia akan ditulis sebagai orang yang jujur.” (HR. Bukhari dan Muslim).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

2. Ghibah atau Menggunjing

Perbuatan lain yang dapat menghilangkan pahala puasa adalah ghibah, yaitu membicarakan keburukan orang lain di belakangnya. Rasulullah SAW menjelaskan makna ghibah dalam hadits berikut.

Halaman Selanjutnya

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: أَتَدْرُونَ مَا اَلْغِيبَةُ؟ قَالُوا: اَللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ: ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ قِيلَ: أَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ ؟ قَالَ: إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدْ اِغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فَقَدْ بَهَتَّهُ، أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |